KHAERUKUM MAN TA'ALAMAL QURAN WA'ALAMAHU
Fivers
« »
« »
« »
« »
« »
   

Rabu, 21 Desember 2011

Surah » Ibrahim » Jumlah Ayat: 52 dari 1-52

14. Ibrahim
 Muqaddimah 

Surat Ibrahim ini terdiri atas 52 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah karena diturunkan di Mekah sebelum Hijrah. Dinamakan Ibrahim, karena surat ini mengandung doa Nabi Ibrahim a.s. yaitu ayat 35 sampai dengan 41. Do'a ini isinya antara lain: permohonan agar keturunannya mendirikan shalat, dijauhkan dari menyembah berhala-berhala dan agar Mekah dan daerah sekitarnya menjadi daerah yang aman dan makmur. Doa Nabi Ibrahim a.s. ini telah diperkenankan oleh Allah s.w.t. sebagaimana telah terbukti keamanannya sejak dahulu sampai sekarang. Do'a tersebut dipanjatkan beliau ke hadirat Allah s.w.t. sesudah selesai membina Ka'bah bersama puteranya Ismail a.s., di dataran tanah Mekah yang tandus.

Pokok-pokok isinya:

1. Keimanan:
Al Quran adalah pembimbing manusia ke jalan Allah; segala sesuatu dalam alam ini kepunyaan Allah; keingkaran manusia terhadap Allah tidaklah mengurangi kesempurnaan-Nya; nabi-nabi membawa mukjizat atas izin Allah semata-mata; Allah kuasa mematikan manusia dan membangkitkannya kembali dalam bentuk baru; ilmu Allah meliputi yang lahir dan yang bathin.

2. Hukum-hukum:
Perintah mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian harta baik secara rahasia maupun secara terang-terangan.

3. Kisah-kisah:
Kisah Nabi Musa a.s. dengan kaumnya, serta kisah para rasul zaman dahulu.

4. Dan lain-lain:
Sebabnya rasul-rasul diutus dengan bahasa kaumnya sendiri; perumpamaan tentang perbuatan dan perkataan yang hak dengan yang bathil; kejadian langit dan bumi mengandung hikmah-hikmah; macam-macam nikmat Allah kepada manusia dan janji Allah kepada hamba-hamba yang mensyukuriNya.

alif-laam-raa kitaabun anzalnaahu ilayka litukhrija alnnaasa mina alzhzhulumaati ilaa alnnuuri bi-idzni rabbihim ilaa shiraathi al'aziizi alhamiidi


1. Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.
allaahi alladzii lahu maa fii alssamaawaati wamaa fii al-ardhi wawaylun lilkaafiriina min 'adzaabin syadiidin


2. Allah-lah yang memiliki segala apa yang di langit dan di bumi. Dan kecelakaanlah bagi orang-orang kafir karena siksaan yang sangat pedih,
alladziina yastahibbuuna alhayaata alddunyaa 'alaa al-aakhirati wayashudduuna 'an sabiili allaahi wayabghuunahaa 'iwajan ulaa-ika fii dhalaalin ba'iidin


3. (yaitu) orang-orang yang lebih menyukai kehidupan dunia dari pada kehidupan akhirat, dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan Allah itu bengkok. Mereka itu berada dalam kesesatan yang jauh.
wamaa arsalnaa min rasuulin illaa bilisaani qawmihi liyubayyina lahum fayudhillu allaahu man yasyaau wayahdii man yasyaau wahuwa al'aziizu alhakiimu


4. Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya [779], supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. Maka Allah menyesatkan [780] siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.

[779]. Al-Qur'an diturunkan dalam bahasa Arab itu, bukanlah berarti bahwa Al Qu'an untuk bangsa Arab saja tetapi untuk seluruh manusia.

[780]. Lihat footnote [34].
walaqad arsalnaa muusaa bi-aayaatinaa an akhrij qawmaka mina alzhzhulumaati ilaa alnnuuri wadzakkirhum bi-ayyaami allaahi inna fii dzaalika laaayaatin likulli shabbaarin syakuurin


5. Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa dengan membawa ayat-ayat Kami, (dan Kami perintahkan kepadanya): "Keluarkanlah kaummu dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dan ingatkanlah mereka kepada hari-hari Allah [781]". Sesunguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi setiap orang penyabar dan banyak bersyukur. [781] Yang dimaksud dengan "hari-hari Allah" ialah peristiwa yang telah terjadi pada kaum-kaum dahulu serta ni'mat dan siksa yang dialami mereka.
wa-idz qaala muusaa liqawmihi udzkuruu ni'mata allaahi 'alaykum idz anjaakum min aali fir'awna yasuumuunakum suu-a al'adzaabi wayudzabbihuuna abnaa-akum wayastahyuuna nisaa-akum wafii dzaalikum balaaun min rabbikum 'azhiimun


6. Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Ingatlah ni'mat Allah atasmu ketika Dia menyelamatkan kamu dari (Fir'aun dan) pengikut-pengikutnya, mereka menyiksa kamu dengan siksa yang pedih, mereka menyembelih anak-anak laki-lakimu, membiarkan hidup anak-anak perempuanmu; dan pada yang demikian itu ada cobaan yang besar dari Tuhanmu".
wa-idz ta-adzdzana rabbukum la-in syakartum la-aziidannakum wala-in kafartum inna 'adzaabii lasyadiidun


7. Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni'mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni'mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".
waqaala muusaa in takfuruu antum waman fii al-ardhi jamii'an fa-inna allaaha laghaniyyun hamiidun


8. Dan Musa berkata: "Jika kamu dan orang-orang yang ada di muka bumi semuanya mengingkari (ni'mat Allah) maka sesungguhnya Allah Maha Kaya [782] lagi Maha Terpuji". [782] Maksudnya : Allah tidak memerlukan syukur hamba-hamba-Nya.
alam ya/tikum nabau alladziina min qablikum qawmi nuuhin wa'aadin watsamuuda waalladziina min ba'dihim laa ya'lamuhum illaa allaahu jaa-at-hum rusuluhum bialbayyinaati faradduu aydiyahum fii afwaahihim waqaaluu innaa kafarnaa bimaa ursiltum bihi wa-innaa lafii syakkin mimmaa tad'uunanaa ilayhi muriibun


9. Belumkah sampai kepadamu berita orang-orang sebelum kamu (yaitu) kaum Nuh, 'Ad, Tsamud dan orang-orang sesudah mereka. Tidak ada yang mengetahui mereka selain Allah. Telah datang rasul-rasul kepada mereka (membawa) bukti-bukti yang nyata lalu mereka menutupkan tangannya ke mulutnya (karena kebencian), dan berkata: "Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu disuruh menyampaikannya (kepada kami), dan sesungguhnya kami benar-benar dalam keragu-raguan yang menggelisahkan terhadap apa yang kamu ajak kami kepadanya".
qaalat rusuluhum afii allaahi syakkun faathiri alssamaawaati waal-ardhi yad'uukum liyaghfira lakum min dzunuubikum wayu-akhkhirakum ilaa ajalin musamman qaaluu in antum illaa basyarun mitslunaa turiiduuna an tashudduunaa 'ammaa kaana ya'budu aabaaunaa fa/tuunaa bisulthaanin mubiinin


10. Berkata rasul-rasul mereka: "Apakah ada keragu-raguan terhadap Allah, Pencipta langit dan bumi? Dia menyeru kamu untuk memberi ampunan kepadamu dari dosa-dosamu dan menangguhkan (siksaan)mu sampai masa yang ditentukan?" Mereka berkata: "Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami juga. Kamu menghendaki untuk menghalang-halangi (membelokkan) kami dari apa yang selalu disembah nenek moyang kami, karena itu datangkanlah kepada kami, bukti yang nyata".


qaalat lahum rusuluhum in nahnu illaa basyarun mitslukum walaakinna allaaha yamunnu 'alaa man yasyaau min 'ibaadihi wamaa kaana lanaa an na/tiyakum bisulthaanin illaa bi-idzni allaahi wa'alaa allaahi falyatawakkali almu/minuuna


11. Rasul-rasul mereka berkata kepada mereka: "Kami tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, akan tetapi Allah memberi karunia kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dan tidak patut bagi kami mendatangkan suatu bukti kepada kamu melainkan dengan izin Allah. Dan hanya kepada Allah sajalah hendaknya orang-orang mukmin bertawakkal.

wamaa lanaa allaa natawakkala 'alaa allaahi waqad hadaanaa subulanaa walanashbiranna 'alaa maa aadzaytumuunaa wa'alaa allaahi falyatawakkali almutawakkiluuna


12. Mengapa kami tidak akan bertawakkal kepada Allah padahal Dia telah menunjukkan jalan kepada kami, dan kami sungguh-sungguh akan bersabar terhadap gangguan-gangguan yang kamu lakukan kepada kami. Dan hanya kepada Allah saja orang-orang yang bertawakkal itu, berserah diri".

waqaala alladziina kafaruu lirusulihim lanukhrijannakum min ardhinaa aw lata'uudunna fii millatinaa fa-awhaa ilayhim rabbuhum lanuhlikanna alzhzhaalimiina


13. Orang-orang kafir berkata kepada Rasul-rasul mereka: "Kami sungguh-sungguh akan mengusir kamu dari negeri kami atau kamu kembali kepada agama kami". Maka Tuhan mewahyukan kepada mereka: "Kami pasti akan membinasakan orang-orang yang zalim itu,

walanuskinannakumu al-ardha min ba'dihim dzaalika liman khaafa maqaamii wakhaafa wa'iidi


14. dan Kami pasti akan menempatkan kamu di negeri-negeri itu sesudah mereka. Yang demikian itu (adalah untuk) orang-orang yang takut (akan menghadap) kehadirat-Ku dan yang takut kepada ancaman-Ku [783]". [783] "menghadap ke hadirat Allah" ialah pertemuan dengan Allah SWT pada hari kiamat untuk dihisab.

waistaftahuu wakhaaba kullu jabbaarin 'aniidin


15. Dan mereka memohon kemenangan (atas musuh-musuh mereka) dan binasalah semua orang yang berlaku sewenang-wenang lagi keras kepala,

min waraa-ihi jahannamu wayusqaa min maa-in shadiidin


16. di hadapannya ada Jahannam dan dia akan diberi minuman dengan air nanah,

yatajarra'uhu walaa yakaadu yusiighuhu waya/tiihi almawtu min kulli makaanin wamaa huwa bimayyitin wamin waraa-ihi 'adzaabun ghaliizhun


17. diminumnnya air nanah itu dan hampir dia tidak bisa menelannya dan datanglah (bahaya) maut kepadanya dari segenap penjuru, tetapi dia tidak juga mati, dan dihadapannya masih ada azab yang berat.

matsalu alladziina kafaruu birabbihim a'maaluhum karamaadin isytaddat bihi alrriihu fii yawmin 'aasifin laa yaqdiruuna mimmaa kasabuu 'alaa syay-in dzaalika huwa aldhdhalaalu alba'iidu


18. Orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia). Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh.

alam tara anna allaaha khalaqa alssamaawaati waal-ardha bialhaqqi in yasya/ yudzhibkum waya/ti bikhalqin jadiidin


19. Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah telah menciptakan langit dan bumi dengan hak [784]? Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kamu dan mengganti(mu) dengan makhluk yang baru, [784] Lihat footnote [669]

wamaa dzaalika 'alaa allaahi bi'aziizin


20. dan yang demikian itu sekali-kali tidak sukar bagi Allah


wabarazuu lillaahi jamii'an faqaala aldhdhu'afaau lilladziina istakbaruu innaa kunnaa lakum taba'an fahal antum mughnuuna 'annaa min 'adzaabi allaahi min syay-in qaaluu law hadaanaa allaahu lahadaynaakum sawaaun 'alaynaa ajazi'naa am shabarnaa maa lanaa min mahiishin


21. Dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) akan berkumpul menghadap ke hadirat Allah, lalu berkatalah orang-orang yang lemah kepada orang-orang yang sombong: "Sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu menghindarkan daripada kami azab Allah (walaupun) sedikit saja? Mereka menjawab: "Seandainya Allah memberi petunjuk kepada kami, niscaya kami dapat memberi petunjuk kepadamu. Sama saja bagi kita, apakah kita mengeluh ataukah bersabar. Sekali-kali kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri".

waqaala alsysyaythaanu lammaa qudhiya al-amru inna allaaha wa'adakum wa'da alhaqqi wawa'adtukum fa-akhlaftukum wamaa kaana liya 'alaykum min sulthaanin illaa an da'awtukum faistajabtum lii falaa taluumuunii waluumuu anfusakum maa anaa bimushrikhikum wamaa antum bimushrikhiyya innii kafartu bimaa asyraktumuuni min qablu inna alzhzhaalimiina lahum 'adzaabun aliimun


22. Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu". Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.

waudkhila alladziina aamanuu wa'amiluu alshshaalihaati jannaatin tajrii min tahtihaa al-anhaaru khaalidiina fiihaa bi-idzni rabbihim tahiyyatuhum fiihaa salaamun


23. Dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal saleh ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dengan seizin Tuhan mereka. Ucapan penghormatan mereka dalam syurga itu ialah "salaam"[785].

[785] Artinya: sejahtera dari segala bencana.

alam tara kayfa dharaba allaahu matsalan kalimatan thayyibatan kasyajaratin thayyibatin ashluhaa tsaabitun wafar'uhaa fii alssamaa/-i


24. Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik [786] seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, [786] Termasuk dalam "kalimat yang baik" ialah kalimat tauhid, segala ucapan yang menyeru kepada kebajikan dan mencegah dari kemungkaran serta perbuatan yang baik. Kalimat tauhid seperti "laa ilaa ha illallaah".

tu/tii ukulahaa kulla hiinin bi-idzni rabbihaa wayadhribu allaahu al-amtsaala lilnnaasi la'allahum yatadzakkaruuna


25. pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.

wamatsalu kalimatin khabiitsatin kasyajaratin khabiitsatin ijtutstsat min fawqi al-ardhi maa lahaa min qaraarin


26. Dan perumpamaan kalimat yang buruk[787] seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun. [787] Termasuk dalam "kalimat yang buruk" ialah kalimat kufur, syirik, segala perkataan yang tidak benar dan perbuatan yang tidak baik.

yutsabbitu allaahu alladziina aamanuu bialqawli altstsaabiti fii alhayaati alddunyaa wafii al-aakhirati wayudhillu allaahu alzhzhaalimiina wayaf'alu allaahu maa yasyaa/u


27. Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu[788] dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki. [788] Yang dimaksud "ucapan-ucapan yang teguh" di sini ialah kalimatun thayyibah yang disebut dalam ayat 24 di atas.

alam tara ilaa alladziina baddaluu ni'mata allaahi kufran wa-ahalluu qawmahum daara albawaari


28. Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar ni'mat Allah[789] dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan?, [789] Lihat footnote [133]
SEBAB TURUNNYA AYAT: Imam Tirmizi, Imam Nasai, Imam Hakim dan lain-lainnya meriwayatkan sebuah hadis melalui Ibnu Abbas r.a. yang menceritakan bahwa ada seorang wanita salat di belakang Rasulullah saw. Wanita itu sangat cantik. Dan tersebutlah bahwa sebagian daripada kaum ada yang maju ke depan bergabung pada shaf pertama, dimaksud supaya ia tidak dapat melihatnya. Akan tetapi sebagian daripada kaum yang lain ada yang mundur ke belakang supaya ia berada di shaf yang paling belakang, jika ia rukuk, ia mengintip (wanita itu) melalui celah-celah ketiaknya. Lalu Allah menurunkan firman-Nya, "Dan sesungguhnya Kami telah mengetahui orang-orang yang terdahulu daripada kalian, dan sesungguhnya Kami mengetahui pula orang-orang yang terkemudian (daripada kalian)." (Q.S. Al-Hijr 24). Ibnu Murdawaih mengetengahkan sebuah hadis melalui Daud bin Saleh, bahwasanya ia (Daud bin Saleh) bertanya kepada Sahal bin Hanifah Al-Anshari tentang firman-Nya, "Dan sesungguhnya Kami telah mengetahui orang-orang yang terdahulu daripada kalian, dan sesungguhnya Kami mengetahui pula orang-orang yang terkemudian (daripada kalian)." (Q.S. Al-Hijr 24). Daud bin Saleh bertanya, "Apakah ayat ini diturunkan menyangkut masalah fisabilillah (berjuang di jalan Allah)?" Maka Sahal bin Hanifah Al-Anshari menjawab, "Tidak, akan tetapi diturunkan berkenaan dengan saf-saf salat."

jahannama yashlawnahaa wabi/sa alqaraaru


29. yaitu neraka jahannam; mereka masuk kedalamnya; dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman.

waja'aluu lillaahi andaadan liyudhilluu 'an sabiilihi qul tamatta'uu fa-inna mashiirakum ilaa alnnaari


30. Orang-orang kafir itu telah menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah supaya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah: "Bersenang-senanglah kamu, karena sesungguhnya tempat kembalimu ialah neraka". Perintah-perintah Allah untuk mendirihan shalat dan memberikan sedekah


qul li'ibaadiya alladziina aamanuu yuqiimuu alshshalaata wayunfiquu mimmaa razaqnaahum sirran wa'alaaniyatan min qabli an ya/tiya yawmun laa bay'un fiihi walaa khilaalun


31. Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman: "Hendaklah mereka mendirikan shalat, menafkahkan sebahagian rezki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi ataupun terang-terangan sebelum datang hari (kiamat) yang pada bari itu tidak ada jual beli dan persahabatan[790]. [790] Maksudnya : pada hari kiamat itu tidak ada penebusan dosa dan pertolongan sahabat, lihat juga ayat 254 surat (2) Al Baqarah.

allaahu alladzii khalaqa alssamaawaati waal-ardha wa-anzala mina alssamaa-i maa-an fa-akhraja bihi mina altstsamaraati rizqan lakum wasakhkhara lakumu alfulka litajriya fii albahri bi-amrihi wasakhkhara lakumu al-anhaara


32. Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezki untukmu; dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu, berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai.

wasakhkhara lakumu alsysyamsa waalqamara daa-ibayni wasakhkhara lakumu allayla waalnnahaara


33. Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang.

waaataakum min kulli maa sa-altumuuhu wa-in ta'udduu ni'mata allaahi laa tuhsuuhaa inna al-insaana lazhaluumun kaffaarun


34. Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung ni'mat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (ni'mat Allah).

wa-idz qaala ibraahiimu rabbi ij'al haadzaa albalada aaminan waujnubnii wabaniyya an na'buda al-ashnaama


35. Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: "Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.

rabbi innahunna adhlalna katsiiran mina alnnaasi faman tabi'anii fa-innahu minnii waman 'ashaanii fa-innaka ghafuurun rahiimun


36. Ya Tuhanku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan daripada manusia, maka barangsiapa yang mengikutiku, maka sesungguhnya orang itu termasuk golonganku, dan barangsiapa yang mendurhakai aku, maka sesungguhnya Engkau, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

rabbanaa innii askantu min dzurriyyatii biwaadin ghayri dzii zar'in 'inda baytika almuharrami rabbanaa liyuqiimuu alshshalaata faij'al af-idatan mina alnnaasi tahwii ilayhim waurzuqhum mina altstsamaraati la'allahum yasykuruuna


37. Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.

rabbanaa innaka ta'lamu maa nukhfii wamaa nu'linu wamaa yakhfaa 'alaa allaahi min syay-in fii al-ardhi walaa fii alssamaa/-i

38. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang kami sembunyikan dan apa yang kami lahirkan; dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi bagi Allah, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit.

alhamdu lillaahi alladzii wahaba lii 'alaa alkibari ismaa'iila wa-ishaaqa inna rabbii lasamii'u alddu'aa/-i


39. Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua (ku) Ismail dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) do'a.

rabbi ij'alnii muqiima alshshalaati wamin dzurriyyatii rabbanaa wtaqabbal du'aa/-i


40. Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah do'aku.


rabbanaa ighfir lii waliwaalidayya walilmu/miniina yawma yaquumu alhisaabu


41. Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mu'min pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)".

walaa tahsabanna allaaha ghaafilan 'ammaa ya'malu alzhzhaalimuuna innamaa yu-akhkhiruhum liyawmin tasykhashu fiihi al-abshaaru


42. Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak,

muhthi'iina muqni'ii ruuusihim laa yartaddu ilayhim tharfuhum wa-af-idatuhum hawaa/un


43. mereka datang bergegas-gegas memenuhi panggilan dengan mangangkat kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong.

wa-andziri alnnaasa yawma ya/tiihimu al'adzaabu fayaquulu alladziina zhalamuu rabbanaa akhkhirnaa ilaa ajalin qariibin nujib da'wataka wanattabi'i alrrusula awa lam takuunuu aqsamtum min qablu maa lakum min zawaalin


44. Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang azab kepada mereka, maka berkatalah orang-orang yang zalim: "Ya Tuhan kami, beri tangguhlah kami (kembalikanlah kami ke dunia) walaupun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul". (Kepada mereka dikatakan): "Bukankah kamu telah bersumpah dahulu (di dunia) bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa?

wasakantum fii masaakini alladziina zhalamuu anfusahum watabayyana lakum kayfa fa'alnaa bihim wadharabnaa lakumu al-amtsaala


45. dan kamu telah berdiam di tempat-tempat kediaman orang-orang yang menganiaya diri mereka sendiri, dan telah nyata bagimu bagaimana Kami telah berbuat terhadap mereka dan telah Kami berikan kepadamu beberapa perumpamaan". Segala makar akan gagal.

waqad makaruu makrahum wa'inda allaahi makruhum wa-in kaana makruhum litazuula minhu aljibaalu


46. Dan sesungguhnya mereka telah membuat makar yang besar[791] padahal di sisi Allah-lah (balasan) makar mereka itu. Dan sesungguhnya makar mereka itu (amat besar) sehingga gunung-gunung dapat lenyap karenanya. [791] Maksudnya : orang-orang kafir itu membuat rencana jahat untuk mematahkan kebenaran Islam dan mereka berusaha menegakkan kebathilan, tetapi mereka itu tidak menyadari bahwa makar (rencana jahat)mereka itu digagalkan oleh Allah SWT.

falaa tahsabanna allaaha mukhlifa wa'dihi rusulahu inna allaaha 'aziizun dzuu intiqaamin


47. Karena itu janganlah sekali-kali kamu mengira Allah akan menyalahi janji-Nya kepada rasul-raaul-Nya; sesungguhnya Allah Maha Perkasa, lagi mempunyai pembalasan.

yawma tubaddalu al-ardhu ghayra al-ardhi waalssamaawaatu wabarazuu lillaahi alwaahidi alqahhaari


48. (Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan meraka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.

wataraa almujrimiina yawma-idzin muqarraniina fii al-ashfaadi


49. Dan kamu akan melihat orang-orang yang berdosa pada hari itu diikat bersama-sama dengan belenggu.

saraabiiluhum min qathraanin wataghsyaa wujuuhahumu alnnaaru


5O. Pakaian mereka adalah dari pelangkin (ter) dan muka mereka ditutup oleh api neraka,



liyajziya allaahu kulla nafsin maa kasabat inna allaaha sarii'u alhisaabi


51. agar Allah memberi pembalasan kepada tiap-tiap orang terhadap apa yang ia usahakan. Sesungguhnya Allah Maha cepat hisab-Nya.

haadzaa balaaghun lilnnaasi waliyundzaruu bihi waliya'lamuu annamaa huwa ilaahun waahidun waliyadzdzakkara uluu al-albaabi



52. (Al-Qur'an) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengan-Nya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran
 Penutup 

Surat Ibrahim mengandung petunjuk-petunjuk bagi manusia untuk mengenal Tuhan mereka dan janji Allah menyediakan syurga kepada orang-orang yang beriman. Dalam surat ini Allah menjelaskan bahwa rasul-rasul itu diutus dengan mempergunakan bahasa kaumnya agar mudah bagi kaum itu memahami perintah dan larangan Allah. Kemudian Allah menjelaskan pula apa yang terjadi antara rasul-rasul itu dengan kaumnya.

HUBUNGAN SURAT IBRAHIM DENGAN SURAT AL HIJR

1. Kedua-duanya sama-sama dimulai dengan Alief laam Raa dan menerangkan sifat Al Quranul Karim.

2. Dalam surat Ibrahim Allah menjelaskan bahwa Al Quran itu pembimbing manusia ke jalan Allah, kemudian dalam surat Al Hijr Allah menambahkan lagi bahwa Al Quran itu akan tetap dijaga kemurniannya sepanjang masa.

3. Masing-masing surat ini melukiskan keadaan langit dan bumi dan sama-sama menjelaskan bahwa kejadian-kejadian alam ini mengandung hikmah, sebagai tanda keesaan dan kebesaran Allah s.w.t.

4. Keduanya mengandung kisah Nabi Ibrahim a.s. dengan terperinci.

5. Keduanya sama-sama menerangkan keadaan orang-orang kafir di hari kiamat dan penyesalan mereka, mengapa mereka sewaktu hidup di dunia tidak jadi orang mukmin.

6. Kedua surat ini sama-sama menceritakan kisah-kisah nabi zaman dahulu dengan kaumnya serta menerangkan keadaan orang-orang yang ingkar kepada nabi-nabi itu pada hari kiamat. Kisah-kisah itu disampaikan kepada Nabi Muhammad s.a.w. untuk menghibur hati beliau di waktu menghadapi berbagai kesulitan yang beliau temui dalam menyiarkan agama Islam.

0 200 komentar:

Poskan Komentar

LIHATLAH,TONTON DAN SAMPAIKAN SALAM CINTAKU PADANYA??(X)
Fivers