Thursday, January 5, 2012

Surah » Quraisy » Jumlah Ayat: 4 dari 1-4




106. Quraisy
 Muqaddimah 

Surat ini terdiri atas 4 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah dan diturunkan sesudah surat At Tiin. Nama Quraisy diambil dari kata Quraisy yang terdapat pada ayat pertama, artinya suku Quraisy. Suku Quraisy adalah suku yang mendapat kehormatan untuk memelihara Ka'bah.

Pokok-pokok isinya:
Peringatan kepada orang Quraisy tentang nikmat-nikmat yang diberikan Allah kepada mereka karena itu mereka diperintahkan untuk menyembah Allah.
لِإِيلَٰفِ قُرَيْشٍ
li-iilaafi quraysyin

1. Karena kebiasaan orang-orang Quraisy,
إِۦلَٰفِهِمْ رِحْلَةَ ٱلشِّتَآءِ وَٱلصَّيْفِ
iilaafihim rihlata alsysyitaa-i waalshshayfi

2. (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas [1603].

[1603] Orang Quraisy biasa mengadakan perjalanan terutama untuk berdagang ke negeri Syam pada musim panas dan ke negeri Yaman pada musim dingin. Dalam perjalanan itu mereka mendapat jaminan keamanan dari penguasa-penguasa dari negeri-negeri yang dilaluinya. Ini adalah suatu ni'mat yang amat besar dari Tuhan mereka. Oleh karena itu sewajarnyalah mereka menyembah Allah yang telah memberikan ni'mat itu kepada mereka.
فَلْيَعْبُدُوا۟ رَبَّ هَٰذَا ٱلْبَيْتِ
falya'buduu rabba haadzaa albayti

3. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka'bah).
ٱلَّذِىٓ أَطْعَمَهُم مِّن جُوعٍ وَءَامَنَهُم مِّنْ خَوْفٍۭ
alladzii ath'amahum min juu'in waaamanahum min khawfin

4. Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.
 Penutup 

Surat Quraisy menerangkan kehidupan orang Quraisy serta kewajiban yang seharusnya mereka penuhi.

HUBUNGAN SURAT QURAISY DENGAN SURAT AL MAA'UUN

1. Dalam surat Quraisy, Allah menyatakan, bahwa Dia membebaskan manusia dari kelaparan, maka dalam surat Al Maa'uun Allah mencela orang yang tidak menganjurkan dan tidak memberi makan orang miskin.

2. Dalam surat Quraisy Allah memerintahkan menyembah-Nya maka dalam surat Al Maa'uun Allah mencela orang yang shalat dengan lalai dan riya.
 


Ayat 106:1

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ 
لِإِيلَٰفِ قُرَيْشٍ
Karena kebiasaan orang-orang Quraisy, (Quraisy 106:1)
«لإيلاف قريش».
(Karena kebiasaan orang-orang Quraisy.) (Tafsir Al-Jalalain, Quraisy 106:1)

Ayat 106:2

إِۦلَٰفِهِمْ رِحْلَةَ ٱلشِّتَآءِ وَٱلصَّيْفِ
(yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas. (Quraisy 106:2)
«إيلافهم» تأكيد وهو مصدر آلف بالمد «رحلة الشتاء» إلى اليمن «و» رحلة «الصيف» إلى الشام في كل عام، يستعينون بالرحلتين للتجارة على المقام بمكة لخدمة البيت الذي هو فخرهم، وهم ولد النضر بن كنانة.
(Yaitu kebiasaan mereka) lafal ini mengukuhkan makna lafal sebelumnya (bepergian pada musim dingin) ke negeri Yaman (dan musim panas) ke negeri Syam dalam setiap tahunnya; mereka bepergian dengan tujuan untuk berniaga yang keuntungannya mereka gunakan untuk keperluan hidup mereka di Mekah dan untuk berkhidmat kepada Baitullah yang merupakan kebanggaan mereka; mereka yang melakukan demikian adalah anak-anak An-Nadhr bin Kinanah. (Tafsir Al-Jalalain, Quraisy 106:2)

Ayat 106:3

فَلْيَعْبُدُوا۟ رَبَّ هَٰذَا ٱلْبَيْتِ
Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka'bah). (Quraisy 106:3)
«فليعبدوا» تعلق به لإيلاف والفاء زائدة «رب هذا البيت».
(Maka hendaklah mereka menyembah) lafal ini menjadi ta'alluq atau tempat bergantung bagi lafal Li-iilaafi; sedangkan huruf Fa adalah huruf Zaidah (Rabb rumah ini.) (Tafsir Al-Jalalain, Quraisy 106:3)

Ayat 106:4

ٱلَّذِىٓ أَطْعَمَهُم مِّن جُوعٍ وَءَامَنَهُم مِّنْ خَوْفٍۭ
Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan. (Quraisy 106:4)
«الذي أطعمهم من جوع» أي من أجله «وآمنهم من خوف» أي من أجله وكان يصيبهم الجوع لعدم الزرع بمكة وخافوا جيش الفيل.
(Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar) agar mereka tidak kelaparan (dan mengamankan mereka dari ketakutan) artinya supaya mereka tidak merasa takut lagi. Sesungguhnya mereka sering mengalami kelaparan, karena di Mekah tidak terdapat lahan pertanian, sebagaimana mereka pun pernah dicekam oleh rasa takut, yaitu ketika tentara bergajah datang kepada mereka dengan maksud untuk menghancurkan Kakbah. (Tafsir Al-Jalalain, Quraisy 106:4)

PENDAHULUAN

INDEX AL-QURA                  TOPIK DALAM AL_QUR"AN 
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Puji dan syukur senantiasa kita panjatkan ke hadirat Alloh SWT atas segala nikmat dan karunia-Nya. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah SAW, keluarga, sahabat, dan para pengikutnya. Amin.

Atas kehendak Alloh sajalah, kami dapat menyelesaikan  dan menyusun Al Quran yang berisi ayat-ayat dalam huruf Arab, tulisan latin dan terjemahan. Selain itu, document mansnet Alqur'an ini akan sangat memudahkan kita dalam mencari kata-kata tertentu didalam terjemahan. Semoga blog document masnet ini dapat meningkatkan kecintaan dan pemahaman kita terhadap kitab suci Al-Quran dan menjadi pendamping disaat asyik bekerja di depan komputer.

Tanggapan dan saran sangat kami harapkan.

Wassalamualaikum wr wb,

bloger DOCUMENT masnet

Surah » An-Naas » Jumlah Ayat: 6 dari1-6

INDEX AL-QURA                  TOPIK DALAM AL_QUR"AN 

114. An-Naas
 Muqaddimah 

Surat ini terdiri atas 6 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah, diturunkan sesudah surat Al Falaq. Nama An Naas diambil dari An Naas yang berulang kali disebut dalam surat ini yang artinya manusia.

Pokok-pokok isinya:
Perintah kepada manusia agar berlindung kepada Allah dari segala macam kejahatan yang datang ke dalam jiwa manusia dari jin dan manusia.


qul a'uudzu birabbi alnnaasi

1. Katakanlah: "Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.
maliki alnnaasi

2. Raja manusia.
ilaahi alnnaasi

3. Sembahan manusia.
min syarri alwaswaasi alkhannaasi

4. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,
alladzii yuwaswisu fii shuduuri alnnaasi

5. yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,
mina aljinnati waalnnaasi

6. dari (golongan) jin dan manusia.



Penutup 

Al Quran dimulai dengan surat Al Faatihah yang diantara isinya ialah agar manusia memohon hidayat ke jalan yang lurus dan memohon pertolongan dari Allah s.w.t. dan diakhiri dengan surat An Naas yang menganjurkan agar manusia memohon perlindungan kepada Allah dari segala kejahatan.

Surah » Al-Falaq » Jumlah Ayat: 5 dari1-5


113. Al Falaq
 Muqaddimah 

Surat ini terdiri atas 5 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah, diturunkan sesudah surat Al Fiil. Nama Al Falaq diambil dari kata Al Falaq yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya waktu subuh. Diriwayatkan oleh Abu Daud, At Tirmizi dan An Nasa-i dari 'Uqbah bin 'Aamir bahwa Rasulullah s.a.w. bersembahyang dengan membaca surat Al Falaq dan surat An Naas dalam perjalanan.

Pokok-pokok isinya:
Perintah agar kita berlindung kepada Allah s.w.t. dari segala macam kejahatan.


qul a'uudzu birabbi alfalaqi

1. Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh,
min syarri maa khalaqa

2. dari kejahatan makhluk-Nya,
wamin syarri ghaasiqin idzaa waqaba

3. dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,
wamin syarri alnnaffaatsaati fii al'uqadi

4. dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul [1610],

[1610] Biasanya tukang-tukan sihir dalam melakukan sihirnya membikin buhul-buhul dari tali lalu membacakan jampi-jampi dengan meng-hembus-hembuskan nafasnya ke buhul tersebut.
wamin syarri haasidin idzaa hasada

5. dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki".

 Penutup 

Surat Al Falaq memerintahkan kepada orang-orang yang beriman untuk memohon perlindungan kepada Allah s.w.t. dari segala kejahatan.

HUBUNGAN SURAT AL FALAQ DENGAN SURAT AN NAAS

1. Kedua-duanya sama-sama mengajarkan kepada manusia, hanya kepada Allah-lah menyerahkan perlindungan diri dari segala kejahatan.
2. Surat Al Falaq memerintahkan untuk memohon perlindungan dari segala bentuk kejahatan, sedang surat An Naas memerintahkan untuk memohon perlindungan dari jin dan manusia.



Surah » Al-Ikhlash » Jumlah Ayat: 4 dari 1-4



112. Al Ikhlash
 Muqaddimah 

Surat ini terdiri atas 4 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah sesudah surat An Naas. Dinamakan Al Ikhlas karena surat ini sepenuhnya menegaskan kemurnian keesaan Allah s.w.t.

Pokok-pokok isinya:
Penegasan tentang kemurnian keesaan Allah s.w.t. dan menolak segala macam kemusyrikan dan menerangkan bahwa tidak ada sesuatu yang menyamai-Nya.


qul huwa allaahu ahadun

1. Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.
allaahu alshshamadu

2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
lam yalid walam yuuladu

3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,
walam yakun lahu kufuwan ahadun

4. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia".


Penutup 

Surat Al Ikhlash ini menegaskan kemurnian keesaan Allah s.w.t.

HUBUNGAN SURAT AL IKHLASH DENGAN SURAT AL FALAQ

Surat Al Ikhlash menegaskan kemurnian Allah s.w.t. sedang surat Al Falaq memerintahkan agar semata-mata kepada-Nya-lah orang memohon perlindungan dari segala macam kejahatan.

Surah » Al-Lahab » Jumlah Ayat: 5 dari 1-5


111. Al Lahab
 Muqaddimah 

Surat ini terdiri atas 5 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Fath. Nama Al Lahab diambil dari kata Al Lahab yang terdapat pada ayat ketiga surat ini yang artinya gejolak api. Surat ini juga dinamakan surat Al Masad.

Pokok-pokok isinya:
Cerita Abu Lahab dan isterinya yang menentang Rasul s.a.w. Keduanya akan celaka dan masuk neraka. Harta Abu Lahab, tak berguna untuk keselamatannya demikian pula segala usaha-usahanya.

tabbat yadaa abii lahabin watabba

1. Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa [1608].

[1608] Yang dimaksud dengan "kedua tangan Abu Lahab" ialah Abu Lahab sendiri.
maa aghnaa 'anhu maaluhu wamaa kasaba

2. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.
sayashlaa naaran dzaata lahabin

3. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.
waimra-atuhu hammaalata alhathabi

4. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar [1609].
fii jiidihaa hablun min masadin

5. Yang di lehernya ada tali dari sabut.

[1609] "Pembawa kayu bakar" dalam bahasa Arab adalah kiasan bagi penyebar fitnah. Isteri Abu Lahab disebut pembawa kayu bakar karena dia selalu menyebar-nyebarkan fitnah untuk memburuk-burukkan nabi Muhammad SAW dan kaum Muslim.

Penutup 

Surat Al Lahab menjelaskan kegagalan lawan-lawan Muhammad s.a.w.

HUBUNGAN SURAT AL LAHAB DEGAN SURAT AL IKHLASH

Surat Al Lahab mengisyaratkan bahwa kemusyrikan itu tidak dapat dipertahankan dan tidak akan menang walaupun pendukung-pendukungnya bekerja keras. Surat Al Ikhlash mengemukakan bahwa tauhid dalam Islam adalah tauhid yang semurni-murninya.

Surah » An-Nashr » Jumlah Ayat: 3 dari1-3


110. An Nashr
 Muqaddimah 

Surat An Nashr terdiri atas 3 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah yang diturunkan di Mekah sesudah surat At Taubah. Dinamai An Nashr (pertolongan) diambil dari perkataan Nashr yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Pokok-pokok isinya:
Janji bahwa pertolongan Allah akan datang dan Islam akan mendapat kemenangan; perintah dari Tuhan agar bertasbih memuji-Nya, dan minta ampun kepada-Nya di kala terjadi peristiwa yang menggembirakan.


idzaa jaa-a nashru allaahi waalfathu

1. Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan,
wara-ayta alnnaasa yadkhuluuna fii diini allaahi afwaajaan

2. dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong,
fasabbih bihamdi rabbika waistaghfirhu innahu kaana tawwaabaan

3. maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.

Penutup 

Surat ini mengisyaratkan bahwa tugas Nabi Muhammad s.a.w. sebagai Rasul telah mendekati akhirnya.

HUBUNGAN SURAT AN NASHR DENGAN SURAT AL LAHAB

Surat An Nashr menerangkan tentang kemenangan yang diperoleh Nabi Muhammad s.a.w. dan pengikut-pengikutnya, sedang surat Al Lahab menerangkan tentang kebinasaan dan siksaan yang akan diderita oleh Abu Lahab dan isterinya sebagai orang-orang yang menentang Nabi.

Surah » Al-Kaafiruun » Jumlah Ayat: 6 dari1 -6



109. Al Kaafiruun
 Muqaddimah

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ 

Surat Al Kaafiruun terdiri atas 6 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Maa'uun. Dinamai Al Kaafiruun (orang-orang kafir), diambil dari perkataan Al Kaafiruun yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Pokok-pokok isinya:
Pernyataan Tuhan yang disembah Nabi Muhammad s.a.w. dan pengikut-pengikutnya bukanlah apa yang disembah oleh orang-orang kafir, dan Nabi Muhammad s.a.w. tidak akan menyembah apa yang disembah oleh orang-orang kafir.
قُلْ يَٰٓأَيُّهَا ٱلْكَٰفِرُونَ
qul yaa ayyuhaa alkaafiruuna

1. Katakanlah: "Hai orang-orang kafir,
لَآ أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ
laa a'budu maa ta'buduuna

2. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.
وَلَآ أَنتُمْ عَٰبِدُونَ مَآ أَعْبُدُ
walaa antum 'aabiduuna maa a'budu

3. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.
وَلَآ أَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ
walaa anaa 'aabidun maa 'abadtum

4. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,
وَلَآ أَنتُمْ عَٰبِدُونَ مَآ أَعْبُدُ
walaa antum 'aabiduuna maa a'budu

5. dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.
لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِىَ دِينِ
lakum diinukum waliya diini


6. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku".


 Penutup 

Surat Al Kaafiruun mengisyaratkan tentang habisnya semua harapan orang-orang kafir dalam usaha mereka agar Nabi Muhammad s.a.w. meninggalkan da'wahnya.

HUBUNGAN SURAT AL KAAFIRUUN DENGAN SURAT AN NASHR

Surat Al Kaafiruun menerangkan bahwa Rasulullah s.a.w. tidak akan mengikuti agama orang-orang kafir, sedang dalam surat An Nashr diterangkan bahwa agama yang dibawa Nabi Muhammad s.a.w. akan berkembang dan menang.




Ayat 109:1

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ 

قُلْ يَٰٓأَيُّهَا ٱلْكَٰفِرُونَ

 Katakanlah: "Hai orang-orang kafir, (Al-Kafirun 109:1)

«قل يا أيها الكافرون».

(Katakanlah, "Hai orang-orang kafir!) (Tafsir Al-Jalalain, Al-Kafirun 109:1)

Ayat  109:2

لَآ أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ 

Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. (Al-Kafirun 109:2)

«لا أعبد» في الحال «ما تعبدون» من الأصنام.

(Aku tidak akan menyembah) maksudnya sekarang aku tidak akan menyembah (apa yang kalian sembah) yakni berhala-berhala yang kalian sembah itu. (Tafsir Al-Jalalain, Al-Kafirun 109:2)

Ayat 109:3

وَلَآ أَنتُمْ عَٰبِدُونَ مَآ أَعْبُدُ 

Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. (Al-Kafirun 109:3)

«ولا أنتم عابدون» في الحال «ما أعبد» وهو الله تعالى وحده.

(Dan kalian bukan penyembah) dalam waktu sekarang (Tuhan yang aku sembah) yaitu Allah swt. semata. (Tafsir Al-Jalalain, Al-Kafirun 109:3)

Ayat 109:4

وَلَآ أَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ 

 Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, (Al-Kafirun 109:4)

«ولا أنا عابد» في الاستقبال «ما عبدتم».

(Dan aku tidak mau menyembah) di masa mendatang (apa yang kalian sembah.) (Tafsir Al-Jalalain, Al-Kafirun 109:4)

Ayat 109:5

وَلَآ أَنتُمْ عَٰبِدُونَ مَآ أَعْبُدُ 

dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. (Al-Kafirun 109:5)

«ولا أنتم عابدون» في الاستقبال «ما أعبد» علم الله منهم أنهم لا يؤمنون، وإطلاق ما على الله على وجه المقابلة.

(Dan kalian tidak mau pula menyembah) di masa mendatang (Tuhan yang aku sembah) Allah swt. telah mengetahui melalui ilmu-Nya, bahwasanya mereka di masa mendatang pun tidak akan mau beriman. Disebutkannya lafal Maa dengan maksud Allah adalah hanya meninjau dari segi Muqabalahnya. Dengan kata lain, bahwa Maa yang pertama tidaklah sama dengan Maa yang kedua. (Tafsir Al-Jalalain, Al-Kafirun 109:5)

Ayat 109:6

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِىَ دِينِ 

Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku". (Al-Kafirun 109:6)

«لكم دينكم» الشرك «ولي دين» الإسلام وهذا قبل أن يؤمر بالحرب وحذف ياء الإضافة القراء السبعة وقفا ووصلا وأثبتها يعقوب في الحالين.

(Untuk kalianlah agama kalian) yaitu agama kemusyrikan (dan untukkulah agamaku") yakni agama Islam. Ayat ini diturunkan sebelum Nabi saw. diperintahkan untuk memerangi mereka. Ya Idhafah yang terdapat pada lafal ini tidak disebutkan oleh ahli qiraat sab'ah, baik dalam keadaan Waqaf atau pun Washal. Akan tetapi Imam Ya'qub menyebutkannya dalam kedua kondisi tersebut. (Tafsir Al-Jalalain, Al-Kafirun 109:6)

Surah » Al-Kautsar » Jumlah Ayat: 3 dari 1-3

INDEX AL-QURA                  TOPIK DALAM AL_QUR"AN



108. Al Kautsar
 Muqaddimah 

Surat Al Kautsar terdiri atas 3 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah diturunkan sesudah surat Al 'Aadiyaat. Dinamai Al Kautsar (nikmat yang banyak) diambil dari perkataan Al Kautsar yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Surat ini sebagai penghibur hati Nabi Muhammad s.a.w.

Pokok-pokok isinya:
Allah telah melimpahkan nikmat yang banyak karena itu bersembahyang dan berkorbanlah; Nabi Muhammad s.a.w. akan mempunyai pengikut yang yang banyak sampai hari kiamat dan akan mempunyai nama yang baik di dunia dan di akhirat, tidak sebagai yang dituduhkan pembenci-pembencinya.
إِنَّآ أَعْطَيْنَٰكَ ٱلْكَوْثَرَ
innaa a'thaynaaka alkawtsara

1. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu ni'mat yang banyak.
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنْحَرْ
fashalli lirabbika wainhar

2. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah [1606].

[1606] Yang dimaksud berkorban di sini ialah menyembelih hewan qurban dan mensyukuri ni'mat Allah.
إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ ٱلْأَبْتَرُ
inna syaani-aka huwa al-abtaru

3. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus [1607].

[1607] Maksudnya "terputus" di sini ialah terputus dari rahmat Allah.


 Penutup 

Surat ini menganjurkan agar orang selalu beribadah kepada Allah dan berkorban sebagai tanda bersyukur atas nikmat yang telah dilimpahkan-Nya.

HUBUNGAN SURAT AL KAUTSAR DENGAN SURAT AL KAAFIRUUN

Dalam surat Al Kautsar Allah memerintahkan agar memperhambakan diri kepada Allah, sedang dalam surat Al Kaafiruun perintah tersebut ditandaskan lagi.




Ayat 108:1

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
 إِنَّآ أَعْطَيْنَٰكَ ٱلْكَوْثَرَ
Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. (Al-Kausar 108:1)
«إنا أعطيناك» يا محمد «الكوثر» هو نهر في الجنة هو حوضه ترد عليه أمته، والكوثر: الخير الكثير من النبوَّة والقرآن والشفاعة ونحوها.
(Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu) hai Muhammad (Al-Kautsar) merupakan sebuah sungai di surga dan telaga milik Nabi saw. kelak akan menjadi tempat minum bagi umatnya. Al-Kautsar juga berarti kebaikan yang banyak, yaitu berupa kenabian, Alquran, syafaat dan lain sebagainya. (Tafsir Al-Jalalain, Al-Kausar 108:1)

Ayat 108:2)

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنْحَرْ
Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah. (Al-Kausar 108:2)
«فصلِّ لربك» صلاة عيد النحر «وانحر» نسكك.
(Maka dirikanlah salat karena Rabbmu) yaitu salat Hari Raya Kurban (dan berkurbanlah) untuk manasik hajimu. (Tafsir Al-Jalalain, Al-Kausar 108:2)

Ayat 108:3

إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ ٱلْأَبْتَرُ
Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus. (Al-Kausar 108:3)
«إن شانئك» أي مُبغضك «هو الأبتر» المنقطع عن كل خير، أو المنقطع العقب، نزلت في العاص بن وائل سمى النبي صلى الله عليه وسلم أبتر عند موت ابنه القاسم.
(Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu) yakni orang-orang yang tidak menyukai kamu (dialah yang terputus) terputus dari semua kebaikan; atau putus keturunannya. Ayat ini diturunkan berkenaan dengan orang yang bersikap demikian, dia adalah 'Ash bin Wail, sewaktu Nabi saw. ditinggal wafat putranya yang bernama Qasim, lalu 'Ash menjuluki Nabi sebagai Abtar yakni orang yang terputus keturunannya. (Tafsir Al-Jalalain, Al-Kausar 108:3)

Surah » Al-Maa'uun » Jumlah Ayat: 7 dari 1-7

INDEX AL-QURA                  TOPIK DALAM AL_QUR"AN



107. Al Maa´uun
 Muqaddimah 

Surat ini terdiri atas 7 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat At Taakatsur. Nama Al Maa'uun diambil dari kata Al Maa'uun yang terdapat pada ayat 7, artinya barang-barang yang berguna.

Pokok-pokok isinya:
Beberapa sifat manusia yang dipandang sebagai mendustakan agama. Ancaman terhadap orang-orang yang melakukan shalat dengan lalai dan riya.
أَرَءَيْتَ ٱلَّذِى يُكَذِّبُ بِٱلدِّينِ
ara-ayta alladzii yukadzdzibu bialddiini

1. Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?
فَذَٰلِكَ ٱلَّذِى يَدُعُّ ٱلْيَتِيمَ
fadzaalika alladzii yadu''u alyatiima

2. Itulah orang yang menghardik anak yatim,
وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ ٱلْمِسْكِينِ
walaa yahudhdhu 'alaa tha'aami almiskiini

3. dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.
فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ
fawaylun lilmushalliina

4. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat,
ٱلَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ
alladziina hum 'an shalaatihim saahuuna

5. (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,
ٱلَّذِينَ هُمْ يُرَآءُونَ
alladziina hum yuraauuna

6. orang-orang yang berbuat riya [1604],

[1604] Riya ialah melakukan sesuatu amal perbuatan tidak untuk mencari keridhaan Allah akan tetapi untuk mencari pujian atau kemasyhuran di masyarakat.
وَيَمْنَعُونَ ٱلْمَاعُونَ
wayamna'uuna almaa'uuna

7. dan enggan (menolong dengan) barang berguna [1605].

[1605] Sebagian mufassirin mengartikan: enggan membayar zakat.


 Penutup 

Surat Al Maa'uun menjelaskan sifat-sifat manusia yang buruk yang membawa mereka ke dalam kesengsaraan.

HUBUNGAN SURAT AL MAA'UUN DENGAN SURAT AL KAUTSAR

Dalam surat Al Maa'uun dikemukakan sifat-sifat manusia yang buruk, sedang dalam surat Al Kautsar ditunjukkan sifat-sifat yang mulia, yang diperintahkan mengerjakannya.

Ayat 107:1)

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ 
أَرَءَيْتَ ٱلَّذِى يُكَذِّبُ بِٱلدِّينِ
Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? (Al-Ma’un 107:1)
«أرأيت الذي يُكذِّب بالدين» بالجزاء والحساب، أي هل عرفته وإن لم تعرفه.
(Tahukah kamu orang yang mendustakan hari pembalasan?) atau adanya hari hisab dan hari pembalasan amal perbuatan. Maksudnya apakah kamu mengetahui orang itu? Jika kamu belum mengetahui: (Tafsir Al-Jalalain, Al-Ma’un 107:1)

Ayat 107:2

فَذَٰلِكَ ٱلَّذِى يَدُعُّ ٱلْيَتِيمَ
Itulah orang yang menghardik anak yatim, (Al-Ma’un 107:2)
«فذلك» بتقدير هو بعد الفاء «الذي يَدُعُّ اليتيم» أي يدفعه بعنف عن حقه.
(Maka dia itulah) sesudah huruf Fa ditetapkan adanya lafal Huwa, artinya maka dia itulah (orang yang menghardik anak yatim) yakni menolaknya dengan keras dan tidak mau memberikan hak yang seharusnya ia terima. (Tafsir Al-Jalalain, Al-Ma’un 107:2)

Ayat 107:3

وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ ٱلْمِسْكِينِ
dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. (Al-Ma’un 107:3)
«ولا يحض» نفسه ولا غيره «على طعام المسكين» أي إطعامه، نزلت في العاص بن وائل أو الوليد بن المغيرة.
(Dan tidak menganjurkan) dirinya atau orang lain (memberi makan orang miskin) ayat ini diturunkan berkenaan dengan orang yang bersikap demikian, yaitu Al-'Ash bin Wail atau Walid bin Mughirah. (Tafsir Al-Jalalain, Al-Ma’un 107:3)

Ayat 107:4

فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ
Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (Al-Ma’un 107:4)
«فويل للمصلين».
(Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat.) (Tafsir Al-Jalalain, Al-Ma’un 107:4)

Ayat 107:5

ٱلَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ
(yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, (Al-Ma’un 107:5)
«الذين هم عن صلاتهم ساهون» غافلون يؤخرونها عن وقتها.
(Yaitu orang-orang yang lalai dari salatnya) artinya mengakhirkan salat dari waktunya. (Tafsir Al-Jalalain, Al-Ma’un 107:5)

Ayat 107:6

ٱلَّذِينَ هُمْ يُرَآءُونَ
orang-orang yang berbuat riya, (Al-Ma’un 107:6)
«الذين هم يراءون» في الصلاة وغيرها.
(orang-orang yang berbuat ria) di dalam salatnya atau dalam hal-hal lainnya. (Tafsir Al-Jalalain, Al-Ma’un 107:6)

Ayat 107:7

وَيَمْنَعُونَ ٱلْمَاعُونَ
dan enggan (menolong dengan) barang berguna. (Al-Ma’un 107:7)
«ويمنعون الماعون» كالإبرة والفأس والقدر والقصعة.
(Dan enggan menolong dengan barang yang berguna) artinya tidak mau meminjamkan barang-barang miliknya yang diperlukan orang lain; apalagi memberikannya, seperti jarum, kapak, kuali, mangkok dan sebagainya. (Tafsir Al-Jalalain, Al-Ma’un 107:7)

Surah » Al-Fiil » Jumlah Ayat: 5 dari 1-5








105. Al Fiil
 Muqaddimah 

Surat ini terdiri atas 5 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Kaafirun. Nama Al Fiil diambil dari kata Al Fiil yang terdapat pada ayat pertama surat ini, artinya gajah. Surat Al Fiil mengemukakan cerita pasukan bergajah dari Yaman yang dipimpin oleh Abrahah yang ingin meruntuhkan Ka'bah di Mekah. Peristiwa ini terjadi pada tahun Nabi Muhammad s.a.w. dilahirkan.

Pokok-pokok isinya:
Cerita tentang pasukan bergajah yang diazab oleh Allah s.w.t. dengan mengirimkan sejenis burung yang menyerang mereka sampai binasa. 

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَٰبِ ٱلْفِيلِ
alam tara kayfa fa'ala rabbuka bi-ash-haabi alfiili


1. Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah [1602]?

[1602] Yang dimaksud dengan tentara bergajah ialah tentara yang dipimpin oleh Abrahah Gubernur Yaman yang hendak menghancurkan Ka'bah. Sebelum masuk ke kota Mekah tentara tersebut diserang burung-burung yang melemparinya dengan batu-batu kecil sehingga mereka musnah.
أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِى تَضْلِيلٍ
alam yaj'al kaydahum fii tadhliilin


2. Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka'bah) itu sia-sia?,
وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَ
wa-arsala 'alayhim thayran abaabiila


3. dan Dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong,
تَرْمِيهِم بِحِجَارَةٍ مِّن سِجِّيلٍ
tarmiihim bihijaaratin min sijjiilin


4. yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar,
فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَّأْكُولٍۭ
faja'alahum ka'ashfin ma/kuulin


5. lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).
 Penutup 

Surat Al Fiil ini menjelaskan tentang kegagalan pasukan bergajah yang dipimpin oleh Abrahah, karena Ka'bah dipelihara oleh Allah s.w.t.

HUBUNGAN SURAT AL FIIL DENGAN SURAT QURAISY

Dalam surat Al Fiil, Allah s.w.t. menjelaskan kehancuran pasukan bergajah yang hendak merobohkan Ka'bah, sedang dalam surat Quraisy Allah memerintahkan kepada penduduk Mekah untuk menyembah Allah pemilik Ka'bah itu.
 


Ayat 105:1

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ 
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَٰبِ ٱلْفِيلِ
Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah? (Al-Fil 105:1)
«ألم تر» استفهام تعجب، أي اعجب «كيف فعل ربك بأصحاب الفيل» هو محمود وأصحابه أبرهة ملك اليمن وجيشه، بنى بصنعاء كنيسة ليصرف إليها الحجاج عن مكة فأحدث رجل من كنانة فيها ولطخ قبلتها بالعذرة احتقارا بها، فحلف أبره ليهدمنَّ الكعبة، فجاء مكة بجيشه على أفيال اليمن مقدمها محمود، فحين توجهوا لهدم الكعبة أرسل الله عليهم ما قصَّه في قوله:
(Apakah kamu tidak memperhatikan) Istifham atau kata tanya di sini mengandung makna takjub; artinya sepatutnya kamu merasa takjub (bagaimana Rabbmu telah bertindak terhadap tentara bergajah) orang yang mempunyai gajah itu bernama Mahmud yang disertai oleh teman-temannya, yaitu raja negeri Yaman yang bernama Abrahah berikut tentaranya. Dia telah membangun sebuah gereja di Shan'a dengan tujuan supaya orang-orang berpaling dari menziarahi Mekah dan tidak menziarahinya lagi. Pada suatu hari ada seseorang lelaki dari Kinanah telah membuat kejadian di gereja tersebut, ia melumuri bagian gereja yang dijadikan kiblat dengan kotoran unta dengan maksud menghinanya. Abrahah bersumpah untuk menghancurkan Kakbah. Lalu ia datang ke Mekah bersama tentaranya, beserta gajah-gajah milik Mahmud tadi. Ketika mereka mulai bergerak hendak menghancurkan Kakbah, Allah mengirimkan kepada mereka apa yang dikisahkan-Nya melalui firman selanjutnya yaitu: (Tafsir Al-Jalalain, Al-Fil 105:1)

Ayat 105:2

أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِى تَضْلِيلٍ
Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka'bah) itu sia-sia? (Al-Fil 105:2)
«ألم يجعل» أي جعل «كيدهم» في هدم الكعبة «في تضليل» خسارة وهلاك.
(Bukankah Dia menjadikan) telah menjadikan (tipu daya mereka itu) dalam rangka menghancurkan Kakbah (sia-sia) maksudnya hanya menjerumuskan mereka ke dalam kerugian dan kebinasaan. (Tafsir Al-Jalalain, Al-Fil 105:2)

Ayat 105:3

وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَ
dan Dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong, (Al-Fil 105:3)
«وأرسل عليهم طيراً أبابيل» جماعات جماعات، قيل لا واحد له كأساطير، وقيل واحده: أبول أو بال أو أبيل كعجول ومفتاح وسكين.
(Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong) atau yang bergelombang secara berturut-turut. Menurut suatu pendapat bahwa lafal Abaabiil ini tidak ada bentuk Mufradnya, sama halnya dengan lafal Asaathiir. Menurut pendapat yang lain bahwa bentuk tunggalnya adalah Abuul atau Ibaal atau Ibbiil yang wazannya sama dengan 'Ajuul, Miftaah dan Sikkiin. (Tafsir Al-Jalalain, Al-Fil 105:3)

Ayat 105:4

تَرْمِيهِم بِحِجَارَةٍ مِّن سِجِّيلٍ
yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar, (Al-Fil 105:4)
«ترميهم بحجارة من سجيل» طين مطبوخ.
(Yang melempar mereka dengan batu berasal dari tanah yang terbakar) yakni tanah liat yang dibakar. (Tafsir Al-Jalalain, Al-Fil 105:4)

Ayat 105:5

فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَّأْكُولٍۭ
lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat). (Al-Fil 105:5)

«فجعلهم كعصف مأكول» كورق زرع أكلته الدواب وداسته وأفنته، أي أهلكهم الله تعالى كل واحد بحجره المكتوب عليه أسمه، وهو أكبر من العدسة وأصغر من الحمصة يغرق البيضة والرجل والفيل ويصل الأرض، وكان هذا عام مولد النبي صلى الله عليه وسلم.
(Lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan) atau bagaikan daun tanaman yang dimakan oleh ternak, kemudian diinjak-injak dan dicabik-cabiknya. Allah telah membinasakan setiap orang dari mereka dengan batu yang padanya telah tertulis nama orang yang dikenainya. Setiap batu bentuknya lebih besar sedikit daripada biji 'adasah dan agak kecil daripada biji kacang Humsh; batu itu dapat menembus topi baja tentara yang berjalan kaki dan gajah yang dibawanya, kemudian batu itu jatuh ke tanah setelah menembus badan mereka. Hal tersebut terjadi pada tahun kelahiran Nabi saw. (Tafsir Al-Jalalain, Al-Fil 105:5)

Surah » Al-Humazah » Jumlah Ayat: 9 dari 1-9

INDEX AL-QURA                  TOPIK DALAM AL_QUR"AN

104. Al Humazah
 Muqaddimah 

Surat Al Humazah terdiri atas 9 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Qiyaamah. Dinamai Al Humazah (pengumpat) diambil dari perkataan Humazah yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Pokok-pokok isinya:

Ancaman Allah terhadap orang-orang yang suka mencela orang lain, suka mengumpat dan suka mengumpulkan harta tetapi tidak menafkahkannya di jalan Allah. 


وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍ
waylun likulli humazatin lumazatin

1. Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela,
ٱلَّذِى جَمَعَ مَالًا وَعَدَّدَهُۥ
alladzii jama'a maalan wa'addadahu

2. yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung [1601],

[1601] Maksudnya mengumpulkan dan menghitung-hitung harta yang karenanya dia menjadi kikir dan tidak mau menafkahkannya di jalan Allah.
يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُۥٓ أَخْلَدَهُۥ
yahsabu anna maalahu akhladahu

3. dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya,
كَلَّا ۖ لَيُنۢبَذَنَّ فِى ٱلْحُطَمَةِ
kallaa layunbadzanna fii alhuthamati

4. sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah.
وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا ٱلْحُطَمَةُ
wamaa adraaka maa alhuthamatu

5. Dan tahukah kamu apa Huthamah itu?
نَارُ ٱللَّهِ ٱلْمُوقَدَةُ
naaru allaahi almuuqadatu

6. (yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan,
ٱلَّتِى تَطَّلِعُ عَلَى ٱلْأَفْـِٔدَةِ
allatii taththhali'u 'alaa al-af-idati

7. yang (membakar) sampai ke hati.
إِنَّهَا عَلَيْهِم مُّؤْصَدَةٌ
lnnahaa 'alayhim mu/shadatun

8. Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka,
فِى عَمَدٍ مُّمَدَّدَةٍۭ
fii 'amadin mumaddadatin

9. (sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.


 Penutup 

Dalam surat ini diterangkan bahwa orang-orang yang suka mencela orang-orang lain, suka memfitnah dan suka mengumpulkan harta tetapi tidak dinafkahkannya di jalan Allah, akan diazab.

HUBUNGAN SURAT AL HUMAZAH DENGAN SURAT AL FIIL

Dalam surat Humazah diterangkan bahwa harta tidak berguna sedikitpun untuk menghadapi kekuasaan Allah, sedang surat Al Fiil menerangkan bahwa tentara gajah dengan segala macam perlengkapan perangnya tidak dapat menghadapi kekuasaan Allah. 






Ayat 104:1

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ 
وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍ
Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela, (Al-Humazah 104:1)
«ويل» كلمة عذاب أو وادٍ في جهنم «لكل هُمزة لُمزة» أي كثير الهمز واللمز، أي الغيبة نزلت فيمن كان يغتاب النبي صلى الله عليه وسلم والمؤمنين كأُمية بن خلف والوليد بن المغيرة وغيرهما.
(Kecelakaanlah) lafal Al-Wail ini adalah kalimat kutukan, atau nama sebuah lembah di neraka Jahanam (bagi setiap pengumpat lagi pencela) artinya yang banyak mengumpat dan banyak mencela. Ayat ini diturunkan berkenaan dengan orang-orang yang suka mengumpat Nabi saw. dan orang-orang mukmin, seperti Umaiyah bin Khalaf, Walid bin Mughirah dan lain-lainnya. (Tafsir Al-Jalalain, Al-Humazah 104:1)

Ayat 104:2

ٱلَّذِى جَمَعَ مَالًا وَعَدَّدَهُۥ
yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung, (Al-Humazah 104:2)
«الذي جمع» بالتخفيف والتشديد «مالا وعدده» أحصاه وجعله عدة لحوادث الدهر.
(Yang mengumpulkan) dapat dibaca Jama'a dan Jamma'a (harta dan menghitung-hitungnya) dan menjadikannya sebagai bekal untuk menghadapi bencana dan malapetaka. (Tafsir Al-Jalalain, Al-Humazah 104:2)

Ayat 104:3

يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُۥٓ أَخْلَدَهُۥ
dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya, (Al-Humazah 104:3)
«يحسب» لجهله «أن ماله أخلده» جعله خالدا لا يموت.
(Dia menduga) karena kebodohannya (bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya) dapat menjadikannya hidup kekal dan tidak mati. (Tafsir Al-Jalalain, Al-Humazah 104:3)

Ayat 104:4

كَلَّا ۖ لَيُنۢبَذَنَّ فِى ٱلْحُطَمَةِ
sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah. (Al-Humazah 104:4)
«كلا» ردع «لينبذن» جواب قسم محذوف، أي ليطرحن «في الحطمة» التي تحطم كل ما ألقي فيها.
(Sekali-kali tidak!) kalimat ini mengandung makna sanggahan. (Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan) menjadi Jawab Qasam dari lafal yang tidak disebutkan; artinya sesungguhnya dia benar-benar akan dicampakkan (ke dalam Huthamah) dan segala sesuatu yang dimasukkan ke dalamnya pasti hancur berkeping-keping. (Tafsir Al-Jalalain, Al-Humazah 104:4)

Ayat 104:5

وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا ٱلْحُطَمَةُ
Dan tahukah kamu apa Huthamah itu? (Al-Humazah 104:5)
«وما أدراك» أعلمك «ما الحطمة».
(Dan tahukah kamu) atau apakah kamu mengetahui (apa Huthamah itu?) (Tafsir Al-Jalalain, Al-Humazah 104:5)

Ayat 104:6

نَارُ ٱللَّهِ ٱلْمُوقَدَةُ
(yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan, (Al-Humazah 104:6)
«نار الله الموقدة» المسعرة.
(Yaitu api -yang disediakan- Allah yang dinyalakan) yang dinyalakan dengan besarnya. (Tafsir Al-Jalalain, Al-Humazah 104:6)

Ayat 104:7

ٱلَّتِى تَطَّلِعُ عَلَى ٱلْأَفْـِٔدَةِ
yang (membakar) sampai ke hati. (Al-Humazah 104:7)
«التي تطَّلع» تشرف «على الأفئدة» القلوب فتحرقها وألمها أشد من ألم غيرها للطفها.
(Yang naik) maksudnya panasnya naik membakar (sampai ke hati) lalu membakarnya; rasa sakit yang diakibatkan api neraka jauh lebih memedihkan daripada api lainnya, karena api neraka sangat lembut dan dapat memasuki pori-pori, lalu membakar hati. (Tafsir Al-Jalalain, Al-Humazah 104:7)

Ayat 104:8

إِنَّهَا عَلَيْهِم مُّؤْصَدَةٌ
Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka, (Al-Humazah 104:8)
«إنها عليهم» جمع الضمير رعاية لمعنى كل «مؤصدة» بالهمز والواو بدله، مطبقة.
(Sesungguhnya api itu atas mereka) di dalam ayat ini Dhamir dijamakkan karena memandang dari segi makna (ditutup rapat-rapat) dapat dibaca Mu`shadah dan Muushadah; artinya mereka dibakar dengan api itu dalam keadaan ditutup rapat. (Tafsir Al-Jalalain, Al-Humazah 104:8)

Ayat 104:9

فِى عَمَدٍ مُّمَدَّدَةٍۭ
(sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang. (Al-Humazah 104:9)
«في عمد» بضم الحرفين وبفتحهما «ممددة» صفة لما قبله فتكون النار داخل العمد.
(Pada tiang-tiang) dapat dibaca 'Amadin dan 'Umudin (yang panjang) lafal ini menjadi sifat dari lafal sebelumnya; dengan demikian maka api itu berada dalam tiang-tiang tersebut. (Tafsir Al-Jalalain, Al-Humazah 104:9)

Surah » Al-'Ashr » Jumlah Ayat: 3 dari 1-3

INDEX AL-QURA                  TOPIK DALAM AL_QUR"AN


103. Al ´Ashr
 Muqaddimah 

Surat Al 'Ashr terdiri atas 3 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Alam Nasyrah. Dinamai Al 'Ashr (masa) diambil dari perkataan Al 'Ashr yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Pokok-pokok isinya:
Semua manusia berada dalam keadaan merugi apabila dia tidak mengisi waktunya dengan perbuatan-perbuatan baik.


  وَٱلْعَصْرِ 
waal'ashri

1. Demi masa.
إِنَّ ٱلْإِنسَٰنَ لَفِى خُسْرٍ
inna al-insaana lafii khusrin

2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلْحَقِّ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلصَّبْرِ
illaa alladziina aamanuu wa'amiluu alshshaalihaati watawaasaw bialhaqqi watawaasaw bialshshabri

3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.


 Penutup 

Surat ini menerangkan bahwa manusia yang tidak dapat menggunakan masanya dengan sebaik-baiknya termasuk golongan yang merugi.

HUBUNGAN SURAT AL 'ASHR DENGAN SURAT AL HUMAZAH

Pada surat Al 'Ashr Allah menerangkan sifat-sifat orang yang tidak merugi, sedang dalam surat Al Humazah Allah menerangkan bberapa sifat orang yang selalu merugi. 




Ayat 103:1

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ 
وَٱلْعَصْرِ
Demi masa. (Al-'Asr 103:1)
«والعصر» الدهر أو ما بعد الزوال إلى الغروب أو صلاة العصر.
(Demi masa) atau zaman atau waktu yang dimulai dari tergelincirnya matahari hingga terbenamnya; maksudnya adalah waktu salat Asar. (Tafsir Al-Jalalain, Al-'Asr 103:1)

Ayat 103:2

إِنَّ ٱلْإِنسَٰنَ لَفِى خُسْرٍ
Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, (Al-'Asr 103:2)
«إنَّ الإنسان» الجنس «لفي خُسر» في تجارته.
(Sesungguhnya manusia itu) yang dimaksud adalah jenis manusia (benar-benar berada dalam kerugian) di dalam perniagaannya. (Tafsir Al-Jalalain, Al-'Asr 103:2)

Ayat 103:3

إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلْحَقِّ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلصَّبْرِ
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (Al-'Asr 103:3)
«إلا الذين آمنوا وعملوا الصالحات» فليسوا في خسران «وتواصوا» أوصى بعضهم بعضاً «بالحق» الإيمان «وتواصوا بالصبر» على الطاعة وعن المعصية.
(Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh) mereka tidak termasuk orang-orang yang merugi di dalam perniagaannya (dan nasihat-menasihati) artinya sebagian di antara mereka menasihati sebagian yang lainnya (supaya menaati kebenaran) yaitu iman (dan nasihat-menasihati dengan kesabaran) yaitu di dalam menjalankan amal ketaatan dan menjauhi kemaksiatan. (Tafsir Al-Jalalain, Al-'Asr 103:3)

Surah » At-Takaatsur » Jumlah Ayat: 8 dari 1-8

INDEX AL-QURA                  TOPIK DALAM AL_QUR"AN



 Muqaddimah 

Surat At Takaatsur terdiri atas 8 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Kautsar. Dinamai At Takaatsur (bermegah-megahan) diambil dari perkataan At Takaatsur yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Pokok-pokok isinya:
Keinginan manusia untuk bermegah-megahan dalam soal duniawi, sering melalaikan manusia dari tujuan hidupnya. Dia baru menyadari kesalahannya itu setelah maut mendatanginya; manusia akan ditanya di akhirat tentang nikmat yang dibangga-banggakannya.


أَلْهَىٰكُمُ ٱلتَّكَاثُرُ
alhaakumu alttakaatsuru

1. Bermegah-megahan telah melalaikan kamu [1599],

[1599] Maksudnya: bermegah-megahan dalam soal banyak harta, anak, pengikut, kemuliaan, dan seumpamanya telah melalaikan kamu dari ketaatan.
حَتَّىٰ زُرْتُمُ ٱلْمَقَابِرَ
hattaa zurtumu almaqaabira

2. sampai kamu masuk ke dalam kubur.
كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ
kallaa sawfa ta'lamuuna

3. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu),
ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ

tsumma kallaa sawfa ta'lamuuna

4. dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui.
كَلَّا لَوْ تَعْلَمُونَ عِلْمَ ٱلْيَقِينِ

kallaa law ta'lamuuna 'ilma alyaqiini

5. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin,
لَتَرَوُنَّ ٱلْجَحِيمَ

latarawunna aljahiima

6. niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim,
ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ ٱلْيَقِينِ

tsumma latarawunnahaa 'ayna alyaqiini

7. dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan 'ainul yaqin [1600].

[1600] 'Ainul yaqin artinya melihat dengan mata kepala sendiri sehingga menimbulkan keyakinan yang kuat.
ثُمَّ لَتُسْـَٔلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ ٱلنَّعِيمِ

tsumma latus-alunna yawma-idzin 'ani alnna'iimi

8. kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).

 Penutup 

Surat ini mengemukakan celaan dan ancaman terhadap orang-orang yang bermegah-megahan dengan apa yang diperolehnya dan tidak membelanjakannya di jalan Allah. Mereka pasti diazab dan pasti akan ditanya tentang apa yang dimegah-megahkannya itu.

HUBUNGAN SURAT AT TAAKATSUR DENGAN SURAT AL 'ASHR

1. Pada surat At Taakatsur Allah menerangkan keadaan orang yang bermegah-megahan dan disibukkan oleh harta harta benda sehingga lupa mengingat Allah, sedang surat Al 'Ashr menerangkan bahwa manusia akan merugi, kecuali mereka beriman, beramal saleh dan nasehat menasehati dalam kebenaran dan kesabaran.

2. Pada surat At Taakatsur Allah menerangkan sifat orang yang mengikuti hawa nafsunya, sedang pada surat Al 'Ashr menerangkan sifat orang-orang yang tidak merugi. 




Ayat 102:1

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
 أَلْهَىٰكُمُ ٱلتَّكَاثُرُ
Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, (At-Takasur 102:1)

«ألهاكم» شغلكم عن طاعة الله «التكاثر» التفاخر بالأموال والأولاد والرجال.

(Telah membuat kalian lalai) atau telah melalaikan kalian dari taat kepada Allah (bermegah-megahan) yaitu saling bangga-membanggakan harta, anak-anak dan pembantu-pembantu. (Tafsir Al-Jalalain, At-Takasur 102:1)

Ayat 102:2

حَتَّىٰ زُرْتُمُ ٱلْمَقَابِرَ
sampai kamu masuk ke dalam kubur. (At-Takasur 102:2)

«حتى زرتم المقابر» بأن متم فدفنتم فيها، أو عددتم الموتى تكاثرا.

(Sampai kalian masuk ke dalam kubur) hingga kalian mati dikubur di dalam tanah; atau hingga kalian menghitung-hitung banyaknya orang yang telah mati. (Tafsir Al-Jalalain, At-Takasur 102:2)

Ayat 102:3

كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ

Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), (At-Takasur 102:3)

«كلا» ردع «سوف تعلمون».

(Janganlah begitu) kalimat ini mengandung hardikan dan cegahan (kelak kalian akan mengetahui.) (Tafsir Al-Jalalain, At-Takasur 102:3)

Ayat 102:4

ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ

dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. (At-Takasur 102:4)

«ثم كلا سوف تعلمون» سوء عاقبة تفاخركم عند النزع ثم في القبر.

(Dan janganlah begitu, kelak kalian akan mengetahui) akibat buruk dari perbuatan kalian itu di kala kalian menjelang kematian, kemudian sewaktu kalian telah berada di dalam kubur. (Tafsir Al-Jalalain, At-Takasur 102:4)

Ayat 102:5

كَلَّا لَوْ تَعْلَمُونَ عِلْمَ ٱلْيَقِينِ

Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, (At-Takasur 102:5)

«كلا» حقا «لو تعلمون علم اليقين» علما يقينا عاقبة التفاخر ما اشتغلتم به.

(Janganlah begitu) sesungguhnya (jika kalian mengetahui dengan pengetahuan yang yakin) tentang akibat perbuatan kalian itu, niscaya kalian tidak akan lalai taat kepada Allah. (Tafsir Al-Jalalain, At-Takasur 102:5)

Ayat 102:6

لَتَرَوُنَّ ٱلْجَحِيمَ

niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, (At-Takasur 102:6)

«لترون الجحيم» النار جواب قسم محذوف وحذف منه لام الفعل وعينه وألقت حركتها على الراء.

(Niscaya kalian benar-benar akan melihat neraka Jahim) Jawab Qasamnya tidak disebutkan, yaitu niscaya kalian tidak akan sibuk dengan bermegah-megahan yang melalaikan kalian dari taat kepada Allah. Lafal Latarawunna pada asalnya adalah Latarawunanna, kemudian Lam Fi'il dan 'Ain Fi'ilnya dibuang, kemudian harakatnya diberikan kepada Wau, sehingga jadilah Latarawunna. (Tafsir Al-Jalalain, At-Takasur 102:6)

Ayat 102:7

ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ ٱلْيَقِينِ

dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan 'ainul yaqin. (At-Takasur 102:7)

«ثم لترونها» تأكيد «عين اليقين» مصدر لأن رأى وعاين بمعنى واحد.

(Dan sesungguhnya kalian benar-benar akan melihatnya) kalimat ayat ini mengukuhkan makna ayat sebelumnya (dengan pengetahuan yang yakin) lafal 'Ainal Yaqiin adalah Mashdar; demikian itu karena lafal Ra-aa dan lafal 'Aayana mempunyai arti yang sama. (Tafsir Al-Jalalain, At-Takasur 102:7)

Ayat 102:8

ثُمَّ لَتُسْـَٔلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ ٱلنَّعِيمِ

kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu). (At-Takasur 102:8)

«ثم لتسألُن» حذف منه نون الرفع لتوالي النونات وواو ضمير الجمع لالتقاء الساكنين «يومئذ» يوم رؤيتها «عن النعيم» ما يلتذ به في الدنيا من الصحة والفراغ والأمن والمطعم والمشرب وغير ذلك.

(Kemudian kalian pasti akan ditanyai) lafal Latus-alunna dibuang daripadanya Nun alamat Rafa' karena berturut-turutnya huruf Nun, dibuang pula daripadanya Wawu dhamir jamak, tetapi bukan karena 'Illat atau sebab bertemunya kedua huruf yang disukunkan; bentuk asal daripada Latus-alunna adalah Latus-aluunanna (pada hari itu) yakni di hari kalian melihat neraka Jahim (tentang kenikmatan) yang kalian peroleh semasa di dunia, yaitu berupa kesehatan, waktu luang, keamanan, makanan, minuman dan nikmat-nikmat lainnya. Artinya dipergunakan untuk apakah kenikmatan itu? (Tafsir Al-Jalalain, At-Takasur 102:8)