Showing posts sorted by relevance for query Kisah-kisah. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query Kisah-kisah. Sort by date Show all posts

Sunday, April 15, 2018

Muqaddimah QS.Al-Maidah

INDEX AL-QURA                  TOPIK DALAM AL_QUR"AN

Surat Al Maa'idah terdiri dari 120 ayat; termasuk golongan surat Madaniyyah. Sekalipun ada ayatnya yang turun di Mekah, namun ayat ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad s.a.w. hijrah ke Medinah, yaitu di waktu haji wadaa'. Surat ini dinamakan Al Maa'idah (hidangan) karena memuat kisah pengikut-pengikut setia Nabi Isa a.s. meminta kepada Nabi Isa a.s. agar Allah menurunkan untuk mereka Al Maa'idah (hidangan makanan) dari langit (ayat 112). Dan dinamakan Al Uqud (perjanjian), karena kata itu terdapat pada ayat pertama surat ini, dimana Allah menyuruh agar hamba-hamba-Nya memenuhi janji prasetia terhadap Allah dan perjanjian-perjanjian yang mereka buat sesamanya. Dinamakan juga Al Munqidz (yang menyelamatkan), karena akhir surat ini mengandung kisah tentang Nabi Isa a.s. penyelamat pengikut-pengikut setianya dari azab Allah.

Pokok-pokok isinya.

1. Keimanan:
Bantahan terhadap orang-orang yang mempertuhankan Nabi Isa a.s.

2. Hukum-hukum:
Keharusan memenuhi perjanjian; hukum melanggar syi'ar Allah; makanan yang dihalalkan dan diharamkan; hukum mengawini ahli kitab; wudhu'; tayammum; mandi; hukum membunuh orang; hukum mengacau dan mengganggu keamanan; hukum qishaas; hukum melanggar sumpah dan kafaaratnya; hukum binatang waktu ihram; hukum persaksian dalam berwasiat.

3. Kisah-kisah:
Kisah-kisah Nabi Musa a.s. menyuruh kaumnya memasuki Palestina; kisah Habil dan Qabil, kisah-kisah tentang Nabi Isa a.s.

4. Dan lain-lain:
Keharusan bersifat lemah lembut terhadap sesama mukmin bersikap keras terhadap orang-orang kafir; penyempurnaan Agama Islam di zaman Nabi Muhammad s.a.w.; keharusan jujur dan berlaku adil; sikap dalam menghadapi berita-berita bohong; akibat berteman akrab dengan orang yang bukan muslim; kutukan Allah terhadap orang-orang Yahudi, kewajiban rasul hanya menyampaikan agama; sikap Yahudi dan Nasrani terhadap orang Islam; Ka'bah sokoguru kehidupan manusia; peringatan Allah supaya meninggalkan kebiasaan Arab jahiliyah; larangan-larangan terhadap pertanyaan-pertanyaan yang mengakibatkan kesempitan dalam agama. 

Thursday, February 1, 2018

Kisah Maryam dalam Al Quran

Kisah Maryam dalam Al Quran
Kelahiran Maryam: 3:36
Keutamaan Maryam dari wanita-wanita lain: 3:42, 66:12
Pendidikan dan kehidupan Maryam: 3:37, 3:44, 19:16, 19:17, 19:20, 19:28, 21:91
Maryam mengandung dan melahirkan Isa as.: 19:16, 19:17, 19:18, 19:19, 19:20, 19:21, 19:22, 19:23, 19:24, 19:25, 19:26, 19:27, 19:28, 19:29, 19:30, 66:12
Kisah pemilik kebun: 68:17, 68:18, 68:19, 68:20, 68:21, 68:22, 68:23, 68:24, 68:25, 68:26, 68:27, 68:28, 68:29, 68:30, 68:31
Kisah pasukan bergajah: 68:32, 105:2, 105:3, 105:4, 105:5
Kisah pemilik dua kebun: 18:32, 18:33, 18:34, 18:35, 18:36, 18:37, 18:38, 18:39, 18:40, 18:41, 18:42, 18:43
Kisah Zulqarnain: 18:83, 18:84, 18:85, 18:86, 18:87, 18:88, 18:89, 18:90, 18:91, 18:92, 18:93, 18:94, 18:95, 18:96, 18:97, 18:98
Kisah Ashabul Kahfi: 18:9, 18:10, 18:11, 18:12, 18:13, 18:14, 18:15, 18:16, 18:17, 18:18, 18:19, 18:20, 18:21, 18:22, 18:25, 18:26 
Kisah Ashabul Ukhdud: 85:4, 85:5, 85:6, 85:7, 85:8, 85:9, 85:10
Kisah Ashabul Qaryah: 36:13, 36:15, 36:16, 36:17, 36:18, 36:19, 36:20, 36:21, 36:22, 36:23, 36:24, 36:25, 36:26, 36:27, 36:28, 36:29 
Kisah tamu Ibrahim as.: 15:51, 15:57, 51:24, 51:25, 51:26, 51:27

Tuesday, October 23, 2012

Isyarat sejarah dalam Al Quran

INDEX AL-QURA                  TOPIK DALAM AL_QUR"AN 
Isyarat sejarah dalam Al Quran

Masa kepongahan bangsa Yahudi di muka bumi: 17:4, 17:5, 17:6
Kemenagan bangsa Romawi atas bangsa Persi: 30:2, 30:3, 30:4
Hubungan orang Yahudi dan orang Nasrani: 5:14
Kisah-kisah dan perumpamaan dalam Al Quran
Kisah-kisah Al Quran
Kisah penciptaan manusia

Macam jiwa manusia

Sifat manusia

Karunia Allah atas manusia

Kisah bangsa Yahudi dalam Al Quran

Penyiksaan dan pengusiran bangsa Yahudi

Kisah orang-orang Nasrani dalam Al Quran

MMMM
Kisah Maryam dalam Al Quran

Perumpamaan-perumpamaan dalam Al Quran

Wednesday, December 21, 2011

Surah » Yusuf » Jumlah Ayat: 111 dari 70-111



qaaluu wa-aqbaluu 'alayhim maatsaa tafqiduuna 

71. Mereka menjawab, sambil menghadap kepada penyeru-penyeru itu: "Barang apakah yang hilang dari pada kamu ?"

qaaluu nafqidu shuwaa'a almaliki waliman jaa-a bihi himlu ba'iirin wa-anaa bihi za'iimun

72. Penyeru-penyeru itu berkata: "Kami kehilangan piala raja, dan siapa yang dapat mengembalikannya akan memperoleh bahan makanan (seberat) beban unta, dan aku menjamin terhadapnya".

qaaluu taallaahi laqad 'alimtum maa ji/naa linufsida fii al-ardhi wamaa kunnaa saariqiina

73. Saudara-saudara Yusuf menjawab "Demi Allah sesungguhnya kamu mengetahui bahwa kami datang bukan untuk membuat kerusakan di negeri (ini) dan kami bukanlah para pencuri ".

qaaluu famaa jazaauhu in kuntum kaadzibiina 

74. Mereka berkata: "Tetapi apa balasannya jikalau kamu betul-betul pendusta? "

qaaluu jazaauhu man wujida fii rahlihi fahuwa jazaauhu kadzaalika najzii alzhzhaalimiina

75. Mereka menjawab: "Balasannya, ialah pada siapa diketemukan (barang yang hilang) dalam karungnya, maka dia sendirilah balasannya (tebusannya) [760]". Demikianlah kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang zalim.

[760]. Menurut syari'at Nabi Ya'qub a.s. barang siapa mencuri maka hukumnya ialah sipencuri dijadikan budak satu tahun.

fabada-a bi-aw'iyatihim qabla wi'aa-i akhiihi tsumma istakhrajahaa min wi'aa-i akhiihi kadzaalika kidnaa liyuusufa maa kaana liya/khudza akhaahu fii diini almaliki illaa an yasyaa-a allaahu narfa'u darajaatin man nasyaau wafawqa kulli dzii 'ilmin 'aliimun 

76. Maka mulailah Yusuf (memeriksa) karung-karung mereka sebelum (memeriksa) karung saudaranya sendiri, kemudian dia mengeluarkan piala raja itu dari karung saudaranya. Demikianlah Kami atur untuk (mencapai maksud) Yusuf. Tiadalah patut Yusuf menghukum saudaranya menurut undang-undang raja, kecuali Allah menghendaki-Nya. Kami tinggikan derajat orang yang Kami kehendaki; dan di atas tiap-tiap orang yang berpengetahuan itu ada lagi Yang Maha Mengetahui.

qaaluu in yasriq faqad saraqa akhun lahu min qablu fa-asarrahaa yuusufu fii nafsihi walam yubdihaa lahum qaala antum syarrun makaanan waallaahu a'lamu bimaa tashifuuna

77. Mereka berkata: "Jika ia mencuri, maka sesungguhnya, telah pernah mencuri pula saudaranya sebelum itu". Maka Yusuf menyembunyikan kejengkelan itu pada dirinya dan tidak menampakkannya kepada mereka. Dia berkata (dalam hatinya): "Kamu lebih buruk kedudukanmu (sifat-sifatmu) dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu terangkan itu".

qaaluu yaa ayyuhaa al'aziizu inna lahu aban syaykhan kabiiran fakhudz ahadanaa makaanahu innaa naraaka mina almuhsiniina 

78. Mereka berkata: "Wahai Al Aziz, sesungguhnya ia mempunyai ayah yang sudah lanjut usianya, lantaran itu ambillah salah seorang di antara kami sebagai gantinya, sesungguhnya kami melihat kamu termasuk oranng-orang yang berbuat baik".

qaala ma'aadza allaahi an na/khudza illaa man wajadnaa mataa'anaa 'indahu innaa idzan lazhaalimuuna 

79. Berkata Yusuf: "Aku mohon perlindungan kepada Allah daripada menahan seorang, kecuali orang yang kami ketemukan harta benda kami padanya, jika kami berbuat demikian, maka benar-benarlah kami orang-orang yang zalim".

falammaa istay-asuu minhu khalashuu najiyyan qaala kabiiruhum alam ta'lamuu anna abaakum qad akhadza 'alaykum mawtsiqan mina allaahi wamin qablu maa farrathtum fii yuusufa falan abraha al-ardha hattaa ya/dzana lii abii aw yahkuma allaahu lii wahuwa khayru alhaakimiina

80. Maka tatkala mereka berputus asa dari pada (putusan) Yusuf [761] mereka menyendiri sambil berunding dengan berbisik-bisik. Berkatalah yang tertua di antara mereka: "Tidakkah kamu ketahui bahwa sesungguhnya ayahmu telah mengambil janji dari kamu dengan nama Allah dan sebelum itu kamu telah menyia-nyiakan Yusuf. Sebab itu aku tidak akan meninggalkan negeri Mesir, sampai ayahku mengizinkan kepadaku (untuk kembali), atau Allah memberi keputusan terhadapku. Dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya".

[761]. Ya'ni putusan Yusuf yang menolak permintaan mereka untuk menukar Bunyamin dengan saudaranya yang lain.


irji'uu ilaa abiikum faquuluu yaa abaanaa inna ibnaka saraqa wamaa syahidnaa illaa bimaa 'alimnaa wamaa kunnaa lilghaybi haafizhiina 


81. Kembalilah kepada ayahmu dan katakanlah: "Wahai ayah kami! Sesungguhnya anakmu telah mencuri, dan kami hanya menyaksikan apa yang kami ketahui, dan sekali-kali kami tidak dapat menjaga (mengetahui) barang yang ghaib.

wais-ali alqaryata allatii kunnaa fiihaa waal'iira allatii aqbalnaa fiihaa wa-innaa lashaadiquuna

82. Dan tanyalah (penduduk) negeri yang kami berada disitu, dan kafilah yang kami datang bersamanya, dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang benar".

qaala bal sawwalat lakum anfusukum amran fashabrun jamiilun 'asaa allaahu an ya/tiyanii bihim jamii'an innahu huwa al'aliimu alhakiimu 

83. Ya'qub berkata: "Hanya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu. Maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku; sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana".

watawallaa 'anhum waqaala yaa asafaa 'alaa yuusufa waibyadhdhat 'aynaahu mina alhuzni fahuwa kazhiimun 

84. Dan Ya'qub berpaling dari mereka (anak-anaknya) seraya berkata: "Aduhai duka citaku terhadap Yusuf", dan kedua matanya menjadi putih karena kesedihan dan dia adalah seorang yang menahan amarahnya (terhadap anak-anaknya).

qaaluu taallaahi taftau tadzkuru yuusufa hattaa takuuna haradhan aw takuuna mina alhaalikiina

85. Mereka berkata: "Demi Allah, senantiasa kamu mengingati Yusuf, sehingga kamu mengidapkan penyakit yang berat atau termasuk orang-orang yang binasa".

qaala innamaa asykuu batstsii wahuznii ilaa allaahi wa-a'lamu mina allaahi maa laa ta'lamuuna

86. Ya'qub menjawab: "Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya."

yaa baniyya idzhabuu fatahassasuu min yuusufa wa-akhiihi walaa tay-asuu min rawhi allaahi innahu laa yay-asu min rawhi allaahi illaa alqawmu alkaafiruuna 

87. Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir".

falammaa dakhaluu 'alayhi qaaluu yaa ayyuhaa al'aziizu massanaa wa-ahlanaa aldhdhurru waji/naa bibidaa'atin muzjaatin fa-awfi lanaa alkayla watashaddaq 'alaynaa inna allaaha yajzii almutashaddiqiina 

88. Maka ketika mereka masuk ke (tempat) Yusuf, mereka berkata: "Hai Al Aziz, kami dan keluarga kami telah ditimpa kesengsaraan dan kami datang membawa barang-barang yang tak berharga, maka sempurnakanlah sukatan untuk kami, dan bersedekahlah kepada kami, sesungguhnya Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bersedekah".

qaala hal 'alimtum maa fa'altum biyuusufa wa-akhiihi idz antum jaahiluuna

89. Yusuf berkata: "Apakah kamu mengetahui (kejelekan) apa yang telah kamu lakukan terhadap Yusuf dan saudaranya ketika kamu tidak mengetahui (akibat) perbuatanmu itu?".

qaaluu a-innaka la-anta yuusufa qaala anaa yuusufu wahaadzaa akhii qad manna allaahu 'alaynaa innahu man yattaqi wayashbir fa-inna allaaha laa yudhii'u ajra almuhsiniina

90. Mereka berkata: "Apakah kamu ini benar-benar Yusuf?". Yusuf menjawab: "Akulah Yusuf dan ini saudaraku. Sesungguhnya Allah telah melimpahkan karunia-Nya kepada kami". Sesungguhnya barang siapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik"


qaaluu taallaahi laqad aatsaraka allaahu 'alaynaa wa-in kunnaa lakhaathi-iina


91. Mereka berkata: "Demi Allah, sesungguhnya Allah telah melebihkan kamu atas kami, dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa)".

qaala laa tatsriiba 'alaykumu alyawma yaghfiru allaahu lakum wahuwa arhamu alrraahimiina

92. Dia (Yusuf) berkata: "Pada hari ini tak ada cercaan terhadap kamu, mudah-mudahan Allah mengampuni (kamu), dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang".

idzhabuu biqamiishii haadzaa fa-alquuhu 'alaa wajhi abii ya/ti bashiiran wa/tuunii bi-ahlikum ajma'iina 

93. Pergilah kamu dengan membawa baju gamisku ini, lalu letakkanlah dia kewajah ayahku, nanti ia akan melihat kembali; dan bawalah keluargamu semuanya kepadaku".

walammaa fashalati al'iiru qaala abuuhum innii la-ajidu riiha yuusufa lawlaa an tufanniduuni

94. Tatkala kafilah itu telah ke luar (dari negeri Mesir) berkata ayah mereka: "Sesungguhnya aku mencium bau Yusuf, sekiranya kamu tidak menuduhku lemah akal (tentu kamu membenarkan aku)".

qaaluu taallaahi innaka lafii dhalaalika alqadiimi 

95. Keluarganya berkata: "Demi Allah, sesungguhnya kamu masih dalam kekeliruanmu yang dahulu ".

falammaa an jaa-a albasyiiru alqaahu 'alaa wajhihi fairtadda bashiiran qaala alam aqul lakum innii a'lamu mina allaahi maa laa ta'lamuuna 

96. Tatkala telah tiba pembawa kabar gembira itu, maka diletakkannya baju gamis itu ke wajah Ya'qub, lalu kembalilah dia dapat melihat. Berkata Ya'qub: "Tidakkah aku katakan kepadamu, bahwa aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tidak mengetahuinya".

qaaluu yaa abaanaa istaghfir lanaa dzunuubanaa innaa kunnaa khaathi-iina

97. Mereka berkata: "Wahai ayah kami, mohonkanlah ampun bagi kami terhadap dosa-dosa kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa)".

qaala sawfa astaghfiru lakum rabbii innahu huwa alghafuuru alrrahiimu

98. Ya'qub berkata: "Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".

falammaa dakhaluu 'alaa yuusufa aawaa ilayhi abawayhi waqaala udkhuluu mishra in syaa-a allaahu aaminiina 

99. Maka tatkala mereka masuk ke (tempat) Yusuf: Yusuf merangkul ibu bapanya [762] dan dia berkata: "Masuklah kamu ke negeri Mesir, insya Allah dalam keadaan aman".

[762]. Ayah dan saudara perempuan ibunya (bibi).

warafa'a abawayhi 'alaa al'arsyi wakharruu lahu sujjadan waqaala yaa abati haadzaa ta/wiilu ru/yaaya min qablu qad ja'alahaa rabbii haqqan waqad ahsana bii idz akhrajanii mina alssijni wajaa-a bikum mina albadwi min ba'di an nazagha alsysyaythaanu baynii wabayna ikhwatii inna rabbii lathiifun limaa yasyaau innahu huwa al'aliimu alhakiimu 

100. Dan ia menaikkan kedua ibu-bapanya ke atas singgasana. Dan mereka (semuanya) merebahkan diri seraya sujud [763] kepada Yusuf. Dan berkata Yusuf: "Wahai ayahku inilah ta'bir mimpiku yang dahulu itu; sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya suatu kenyataan. Dan sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskan aku dari rumah penjara dan ketika membawa kamu dari dusun padang pasir, setelah syaitan merusakkan (hubungan) antaraku dan saudara-saudaraku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

[763]. Sujud disini ialah sujud penghormatan bukan sujud ibadah



rabbi qad aataytanii mina almulki wa'allamtanii min ta/wiili al-ahaadiitsi faathira alssamaawaati waal-ardhi anta waliyyii fii alddunyaa waal-aakhirati tawaffanii musliman wa-alhiqnii bialshshaalihiina 


101. Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebahagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebahagian ta'bir mimpi. (Ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi. Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh.

dzaalika min anbaa-i alghaybi nuuhiihi ilayka wamaa kunta ladayhim idz ajma'uu amrahum wahum yamkuruuna 

102. Demikian itu (adalah) di antara berita-berita yang ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); padahal kamu tidak berada pada sisi mereka, ketika mereka memutuskan rencananya (untuk memasukkan Yusuf ke dalam sumur) dan mereka sedang mengatur tipu daya.

wamaa aktsaru alnnaasi walaw harashta bimu/miniina 

103. Dan sebahagian besar manusia tidak akan beriman walaupun kamu sangat menginginkannya.

wamaa tas-aluhum 'alayhi min ajrin in huwa illaa dzikrun lil'aalamiina

104. Dan kamu sekali-kali tidak meminta upah kepada mereka (terhadap seruanmu ini), itu tidak lain hanyalah pengajaran bagi semesta alam.

waka-ayyin min aayatin fii alssamaawaati waal-ardhi yamurruuna 'alayhaa wahum 'anhaa mu'ridhuuna 

105. Dan banyak sekali tanda-tanda (kekuasaan Allah) di langit dan di bumi yang mereka melaluinya, sedang mereka berpaling dari padanya.

wamaa yu/minu aktsaruhum biallaahi illaa wahum musyrikuuna 

106. Dan sebahagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan lain).

afa-aminuu an ta/tiyahum ghaasyiyatun min 'adzaabi allaahi aw ta/tiyahumu alssaa'atu baghtatan wahum laa yasy'uruuna 

107. Apakah mereka merasa aman dari kedatangan siksa Allah yang meliputi mereka, atau kedatangan kiamat kepada mereka secara mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya?

qul haadzihi sabiilii ad'uu ilaa allaahi 'alaa bashiiratin anaa wamani ittaba'anii wasubhaana allaahi wamaa anaa mina almusyrikiina 

108. Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".

wamaa arsalnaa min qablika illaa rijaalan nuuhii ilayhim min ahli alquraa afalam yasiiruu fii al-ardhi fayanzhuruu kayfa kaana 'aaqibatu alladziina min qablihim waladaaru al-aakhirati khayrun lilladziina ittaqaw afalaa ta'qiluuna 

109. Kami tidak mengutus sebelum kamu, melainkan orang laki-laki yang Kami berikan wahyu kepadanya di antara penduduk negeri. Maka tidakkah mereka bepergian di muka bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul) dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memikirkannya?

hattaa idzaa istay-asa alrrusulu wazhannuu annahum qad kudzibuu jaa-ahum nashrunaa fanujjiya man nasyaau walaa yuraddu ba/sunaa 'ani alqawmi almujrimiina 

110. Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang keimanan mereka) dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan, datanglah kepada para rasul itu pertolongan Kami, lalu diselamatkan orang-orang yang Kami kehendaki. Dan tidak dapat ditolak siksa Kami dari pada orang-orang yang berdosa.


laqad kaana fii qashashihim 'ibratun li-ulii al-albaabi maa kaana hadiitsan yuftaraa walaakin tashdiiqa alladzii bayna yadayhi watafshiila kulli syay-in wahudan warahmatan liqawmin yu/minuuna  


111. Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al-Qur'an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman

 Penutup 

Surat Yusuf ini seluruh isinya berkisar pada cerita Nabi Yusuf a.s. dan saudara-saudaranya beserta orang tua mereka. Cara penuturan kisah Nabi Yusuf ini kepada Nabi Muhammad s.a.w. berbeda dengan kisah-kisah nabi-nabi yang lain, yaitu kisah Nabi Yusuf a.s. ini khusus diceritakan dalam satu surat sedang kisah-kisah nabi-nabi yang lain disebutkan dalam beberapa surat. Isi dari kisah Nabi Yusuf a.s. ini berlainan pula dengan kisah-kisah nabi-nabi yang lain. Dalam kisah nabi-nabi yang lain Allah menitik beratkan kepada tantangan yang bermacam-macam dari kaum mereka, kemudian mengakhiri kisah itu dengan kemusnahan para penantang para nabi itu. Didalam kisah Nabi Yusuf a.s ini, Allah s.w.t. menonjolkan akibat yang baik daripada kesabaran, dan bahwa kesenangan itu datangnya sesudah penderitaan. Allah menguji Nabi Ya'qub a.s. dengan kehilangan puteranya Yusuf a.s. dan penglihatannya, dan menguji ketabahan dan kesabaran Yusuf a.s. dengan dipisahkan dari ibu bapanya, dibuang ke dalam sumur, dan diperdagangkan sebagai budak. Kemudian Allah s.w.t menguji imannya dengan godaan wanita cantik lagi bangsawan dan akhirnya dimasukkan kedalam penjara. Kemudian Allah s.w.t. melepaskan Yusuf a.s. dan ayahnya dari segala penderitaan dan cobaan itu; menghimpunkan mereka kembali; mangembalikan penglihatan Ya'qub a.s. dan menghidupkan lagi cinta kasih antara mereka dengan Yusuf a.s.

HUBUNGAN SURAT YUSUF DENGAN SURAT AR RA'D

1. Dalam surat ini Allah secara umum mengemukakan adanya tanda-tanda keesaan Allah di langit dan di bumi. Didalam surat Ar Ra'd Allah mengemukannya lagi secara lebih jelas.

2. Kedua surat tersebut sama-sama memuat pengalaman nabi-nabi zaman dahulu beserta umatnya. Yang menentang kebenaran mengalami kehancuran sedang yang mengikuti kabenaran mendapat kemenangan.

3. Pada akhir surat Yusuf diterangkan bahwa Al Quran itu bukanlah perkataan yang diada-adakan, melainkan petunjuk dan rahmat bagi orang yang beriman, dan keterangan yang demikian itu diulangi lagi di awal surat Ar Ra'd.

Friday, August 11, 2017

ASPIRASI

Bagai mana merut anda?
Ketika ada seseorang yang mengatakan”lebih baik mana? membaca marhaba/daiba (marhabaanan.red) tapi tidak meninggalkan wirid (aurod) atau wirid tapi tidak meninggalkan marhaba”
Seseorang itu sudah menjelaskan,menurutnya dia sudah menanyakan pada sesepuh alim cirebon  saat ini,ketika ada pengajian di masjid agung indramayu yang di adakan setiap bulan,katanya “menurut orang alim itu,lebih baik aurod tapi tidak meninggalkan marhaba dari pada marhaba tetapi tidak meninggalkan aurod”
Menurutku ?
Istiqomah itulah yang utama dari pada keduanya!!!
Aurod biasanya yang dari asmaul husna,amul angdhom,kalimatuthoyibah,surat alquran,atau sebagian ayat alquran yang membaca alquran sendiri mendapat pahala dari setiap hurupnya dan sudah barang tentu sangat di anjurkan membacanya
Marahabanan yang di baca di dalamnya adalah hikayah,tarikh,sholawat dan sholawat itu di sunatkan membacanya sapai sampai Allahpun bersholawat ini menunjukan keagungan sholawat tertulis di alquran innAllaha wamalaikatuhu yusholuuna alan nabi ya ayauhal ladzina amanuu sholuu…..
Dalm hikayah dan tarikh Allah Ta’ala berfirman :
لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي الْأَلْبَابِ
“Sungguh dalam kisah-kisah mereka terdapat sebuah pelajaran bagi orang-orang yang berakal.”
(QS. Yusuf : 111)
فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ
“Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.” (QS. Al A’rof : 176)
Ini adalah tulisan saya tidak memaksakan namun andalah yang menentukan mana yang baik diamalkan dan meluruskan sehingga jangan sampai menjustice salah satu di antaara keduanya itu lebih baik dan jangan sampai terjadi jurang pemisah antara para pengamal(pecinta)yang di suka dari keduanya
لا يصلح آخر هذه الأمة إلا بما صلح به أولها
“Tidak akan baik akhir ummat ini kecuali dengan sesuatu yang membuat baik pada awalnya”

Mohon maaf ini bukan suudzon namun ini skepsi dari diri ini jangan sampai di ambil hati namun renungi dan resapi barang kali ada benarnya tulisan ini.
Ahhhhh dari pada mutar muter mending bercerita nihhh!!!!!
Saat itu saya seaching di you tube mengenai atlantis negri yang hilang melaju pada borobudur peninggalan sulaiman ehhhhh  malah nyangsang seaching saya pada cerita yang di kasih judul oleh youtubernya yaitu” Perjalanan Ke tepi Bumi - Flat Earth _ Bumi Datar (Baluqya & Khidir)” kok nyasarkan kesitu sih!!! Iya nih !!maklum dulukan saya pernah plototin terus itu yang namanya fla earth,konspirasi bumi datar tuhh.. saya tulis deh itu. Kisah di you tube  Mc world,sampai meumet nulisnya,,,ehhhh lagi lagi pas sudah selesai nulis nyoba googling dengan kata kunci “kisah baluqiya” ternyata ketemu sama deh dengan tulisan yang dah cape cape ngetik.
Simak aja kisahnya yukkkk akayak apa sihhh!!!!

Baluqya  adalah seseorang yang telah menemukan pinggiran bumi dan penduduk selain manusia diriwayatkan dalam kitab bada’I  zhuhur yang banyak meriwayatkan mengenai kisah para nabi dari nabi Adam sampai nabi Muhammad dan juga dalam kitab ini menceritakan sangat lengkap mengenai semua hal  di luar batas manusia
Ats –tsa’labi mengatakan pada zaman bani irail ada seorang laki laki yang bernama isya.dia termasuk ulama bani israil yang membaca kitab kitab terdahulu,dalam kitab kitab tersebut dia menemukan sifat sifat nabi muhammad saw.semua sifat tersebut dia  kumpulkan dalam satu lembaran,lembaran itu di simpan  dalam sebuah peti yang terkunci dan kuncinya dia sembunyikan di tempat yang tidak pernah di perhatikan.
Dia memiliki seorang anak yang bernama baluqia,menjelang bapak baluqia meninggal dia berwasiat kepada anaknya untuk menjadi qadhi (hakim) di kalangan bani israil setelahnya.
Setelah beberapa lama ayahnya meningal,tiba tiba dia melihat peti,di dapatinya peti itu terkunci,dia tanyakan peti itu pada ibunya,ibunya menjawab”aku tidak tau apa yang ada di dalamnya dan tidak tau dimana kuncinya tersimpan.
Selanjutnya kunci itu di hancurkan oleh baluqia untuk membuka peti ,didalamnya dia melihat ada lembaranlembaran yang bertuliskan tentang sifst sifat Rasulullah SAW. dan  menceritakan bahwa dia (nabi Muhammad) adalah penutup para nabi dan rasul dan mengatakan surga di haramkan bagi para nabi dan rasul sehingga dia (muhammad) dan umatnya masuk terlebih dahulu
Setelah baluqia selesai membaca lembaran itu dia membawa lembaran itu kepada ulama bani israil,tatkala bani israil mendengar sifat nabi muhammad SAW,mereka berkata kepada baluqiya”bagai mana bapakmu mengetahui hal ini ?dan mengapa dia tidak memberitahukannya kepada kami? Demi Allah!! Seandainya bukan karena engkau pasti kuburannya akan kami(bani israil) bakar!! Karena dia(bapaknya baluqiya) telah menyembunyikan junjungan para rasul  muhammad SAW kepada kami !!”
Selanjutnya baluqiya memutuskan untuk meninggalkan ibunya ,dia berkata “wahai ibu,aku telah menemukan bahwa nabi ahir zaman akan di utus,aku akan pergi tidak akan kembali hingga aku mengetahui beritanya!!” ibunya berkata “semoga allah memenuhi cita citamu” baluqia pergi dalam rangka mencari nabi Muhammad SAW,
Dia berkeliling dari timur sampai barat hingga sampai ke laut ketujuh,dia menemukanberbagai keajaiban yang tidak dilihat oleh orang lain,di antara sebuah keajaiban itu adalah apa yang di lihat adalah sebuah jazirah terdapat ular ular besar yang mengatakan”tidak ada tuhan kecuali Allah dan Muhammad  adalah  utusan allah” baluqiya berkata kepada ular ular”assalamu alaikum” ular ular itu berkata kepadanya”kami  belum pernh mendengar ucapan seperti itu”lalu baluqiyabberkata “ini adalh sunah( tradisi)adam mereka bertanya “dari kelompok mana engkau?”baluqiya menjawab”saya termasuk bani israil”mereka berkata “kami tidak mengetahui adam dan bani israil”baluqia berkata “jika demikian bagaimana kalian mengetahui muhammad?” mereka menjawab”semenjak kami di ciptakan Allah dengan sifat ini,kami di perintahkan dengan hal itu,kami adalah ular ualar jahanam” baluqiya berkata “bagaimana berita tentang  jahannam?” mereka menjawab “jahannam itu hitam dan berbau busuk,dalam setiap tahunya bernapas du kali,sekali pada musim kemarau,itulah panas dari dirinya;dan sekali di musim dingin,itulah kebaikan dari dirinya”setelah itu,baluqiya melanjutkan memasuki sebuah jazirah yang lain.disana dia menemukan ular ular yang lebih besarndari yang pernah di lihat petama kali,seperti pangkal kurma disekita ular ular tersebut dia melihat ada ular ular kuning.
Apabila ular ular ular itu besar itu berjalan makaular ular kuning itu berjalan di sekelilingnya;taatkala ular ular itu melihat baluqia mereka berkaata “siapa engkau?”baluqia menjawab “saya dari bani israil” nama saya Baluqiya. Lalu kalian siapa?' Mereka menjawab, 'Kami adalah kaum jin yang beriman. Asalnya kami berada di langit. Kemudian Allah menurunkan kami ke bumi. Kami diperintahkan untuk memerangi jin kafir di muka bumi. Sekarang kami akan memerangi mereka.'

Baluqiya pergi meninggalkan mereka. Tiba-tiba ada malaikat yang besar postur tubuhnya sedang berdiri. Tangan kanannya ada di timur, sedangkan tangan yang kirinya ada di barat. Dia berkata,' Tidak ada tuhan kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.' Baluqiya mendekati dan mengucapkan salam kepadanya. Dia berkata, 'Siapa engkau? Baluqiya menjawab, 'Aku adalah seorang laki-laki dari Bani Israil. Aku pergi dalam rangka mencari penutup para nabi. Lalu siap engkau?' Dia menjawab, 'Aku adalah malaikat yang ditugaskan mengurusi gelapnya malam dan terangnya siang.' Baluqiya berkata, 'Apa dua baris yang ada di keningmu?' Dia menjawab, 'Dalam dua baris tersebut tertulis tambahan malam dan siang serta pengurangannya. Aku tidak menahan malam kecuali dengan ukuran yang ditentukan.'
Baluqiya terus melanjutkan melanjutkan perjalanannya. Tiba-tiba ada malaikat yang sangat besar. Dia berkata, 'Tidak ada tuhan kecuali Allah dan Muhammad utusan Allah. 'Baluqiya mengucapkan salam kepadanya, malaikat itu pun menjawabnya. Baluqiya bertanya tentangnya, dia menjawab, 'Aku adalah malaikat yang ditugaskan menangani angin. Aku tidak akan melepaskan angin kecuali atas seizin Allah. Aku menggenggam laut. Seandainya tidak demikian, tentu semua yang ada di muka bumi akan binasa.

Baluqiya meninggalkannya, dia melanjutkan perjalanannya hingga sampai ke gunung Qaf. Ternyata ia terbuat dari yakut hijau. Ia mengelilingi dunia seluruhnya. Karena pancaran sinar gunung tersebut, langit terlihat berwarna biru. Allah menugaskan penanganan gunung ini kepada seorang malaikat. Apabila Allah hendak mengguncangkan sebagian bumi. Dia memerintahkan malaikat tersebut untuk menggerakkan lapisan yang tersambung dari belahan bumi tersebut ke gunung Qaf. Apabila Allah hendak menenggelamkan sebuah desa beserta isinya, maka Dia mengizinkan kepada malaikat itu untuk memotong lapisan kampung tersebut dari bumi.

Baluqiya bertanya kepada malaikat itu, 'Apa yang ada di belakang gunung ini?' Dia menjawab, 'Di belakang gunung ini ada 40.000 kota selain kota-kota dunia. Kota itu terbuat dari emas dan perak. Tidak ada siang dan malam. Penduduknya adalah para malaikat yang tidak pernah lelah bertasbih kepada Allah. Baluqiya bertanya, 'Apa di belakang kota-kota itu?' Dia menjawab, 'Dibelakangnya ada 70.000 hijab (penghalang). Setiap hijab besarnya seukuran dunia. Tidak ada seorang pun yang mengetahui di balik hijab itu, kecuali Allah.

Baluqiya meninggalkan malaikat itu, dia melanjutkan perjalanannya hingga sampai ke sebuah gunung. Disana ada malaikat-malaikat yang rupa mereka seperti kijang. Baluqiya mengucapkan salam kepada mereka, mereka pun membalasnya. Baluqiya bertanya kepada mereka, 'Siapa kalian?' Mereka menjawab, ' Kami adalah sebagian malaikat Allah. Di sini kami beribadah kepada Allah semenjak kami diciptakan.' Lalu Baluqiya bertanya kepada mereka tentang gunung besar yang menghadap kepada mereka, yang menyinarkan cahaya seperti matahari. Mereka menjawab, 'Itu adalah gunung dunia yang terbuat dari emas. Semua logam emas yang ada di bumi bersumber darinya.'

Baluqiya meninggalkan mereka, dia melanjutkan perjalanannya hingga sampai ke sebuah laut yang luas. Di sana ada dua ikan yang sangat besar. Dia mengucapkan salam kepada mereka, dan mereka pun membalasnya. Keduanya bertanya kepada Baluqiya, 'Siapa engkau, hai makhluk Allah?' Dia menjawab, 'Aku Baluqiya, dari Bani Israil. Aku datang dalam rangka mencari Muhammad, penutup para nabi. Apakah kalian memiliki sesuatu yang bisa aku makan?' Karena kegaiban Allah, mereka memberinya roti. Dimakannya roti itu dan setelahnya tidak merasa lapar lagi.

Selanjutnya, dia sampai ke sebuah jazirah. Di sana dia melihat seekor burung yang sangat besar, indah rupanya dan memiliki sesuatu yang bisa membuat akal tercengang karena keindahannya. Burung itu ada di atas sebuah pohon yang dibawahnya ada hidangan yang di atasnya ada ikan yang dipanggang. Baluqiya mendekati burung itu, mengucapkan salam dan bertanya,'Siapa engkau?' Burung itu menjawab, 'Aku adalah salah satu malaikat yang ada di surga. Aku diutus oleh Allah mengirim hidangan ini kepada Adam dan Hawwa ketika keduanya berkumpul di Gunung Arafah. Keduanya telah menyantap sesuatu darinya. Lalu Allah menyuruhku untuk meletakkan hidangan tersebut disini dan aku berdiam diri di dekatnya hingga hari kiamat. Dia juga memerintahkanku untuk memberikan sesuatu darinya kepada orang yang datang kesini.' Maka Baluqiya memakan sesuatu dari hidangan itu, tetapi sedikitpun hidangan itu tidak berkurang, ia seperti keadaannya semula.

Baluqiya bertanya kepada sang burung tentang hidangan itu. Ia menjawab, 'Sesungguhnya makanan dunia akan berkurang dan berubah bila didiamkan. Sementara makanan surga tidak akan pernah berkurang dan berubah. ' Baluqiya bertanya, 'Apakah ada seseorang yang pernah memakan hidangan ini?' Ia menjawab, Sudah, Sesungguhnya Khidhr Abdul' Abbas, terkadang datang ke sini dan memakan hidangan ini. Setelah itu dia pergi lagi.' mendengar itu Baluqiya memutuskan diri tinggal di tempat untuk bertemu Khidhr, berkumpul bersamanya dan menanyakan berbagai hal kepadanya.

Pada suatu hari, ketika Baluqiya sedang duduk, tiba-tiba Khidhr as mendatanginya dengan mengenakan pakaian putih. Baluqiya berdiri menyambut dan mengucapkan salam kepadanya. Khidihr membalasnya. Baluqiya berkata, 'Wahai Abdul' Abbas, aku telah berpergian dalam rangka mencari Nabi akhir zaman hingga akhirnya aku sampai ke tempat ini. Aku diam di sini menunggu kedatanganmu agar engkau memberitahuku tentangnya. 'Khidhr menjawab, 'Hai Baluqiya, sesungguhnya nabi akhir zaman tidak akan muncul saat ini, dan engkau tidak akan bertemu dengannya sekarang ini.

Hai Baluqiya, tahukah engkau berapa jarak antara kamu dengan ibumu?' Baluqiya menjawab, 'Tidak tahu.' Khidhr berkata, 'Jaraknya adalah jarak tempuh 50 tahun. Maukah kamu aku letakkan kamu di hadapan ibumu?' Baluqiya menjawab, 'Ya. 'Khidhr berkata, 'Pejamkanlah kedua matamu!'

Baluqiya berkata, Aku pejamkan kedua mataku, aku tidak tahu apa-apa kecuali ibuku telah ada di sampingku. Aku buka kedua mataku, lalu aku mengucapkan salam kepada ibuku dan mengatakan kepadanya,
'Wahai ibuku, siapakah yang telah membawaku kepadamu?' Ibu Baluqiya menjawab, 'Aku melihat seekor burung putih telah meletakkanmu disini. Lalu dia menghilang dengan cepat.' Baluqiya menceritakan semua kisahnya kepada ibunya. Kemudian dia pergi kepada Bani Israil dan mengucapkan salam kepada mereka, mereka pun membalasnya. Mereka bertanya tentang keadaanya sewaktu kepergiannya. Dia ceritakan kepada mereka  dan semua keajaiban yang dilihatnya dicatat oleh mereka selama empat puluh tahun. Mereka tidak bisa menghitung keajaiban yang pernah dia lihat. Menurut sebuah riwayat, Baluqiya berumur seribu tahun.
Wallahu a'alam.
                                                     

Wednesday, February 28, 2018

Muqaddimah


https://hsssnwwwayyya58.blogspot.com/2011/12/surah-al-fatihah-jumlah-ayat-7.html
1. Al Faatihah
 Muqaddimah 

Surat Al Faatihah (Pembukaan) yang diturunkan di Mekah dan terdiri dari 7 ayat adalah surat yang pertama-tama diturunkan dengan lengkap diantara surat-surat yang ada dalam Al Quran dan termasuk golongan surat Makkiyyah. Surat ini disebut Al Faatihah (Pembukaan), karena dengan surat inilah dibuka dan dimulainya Al Quran. Dinamakan Ummul Quran (induk Al Quran) atau Ummul Kitaab (induk Al Kitaab) karena dia merupakan induk dari semua isi Al Quran, dan karena itu diwajibkan membacanya pada tiap-tiap sembahyang.
Dinamakan pula As Sab'ul matsaany (tujuh yang berulang-ulang) karena ayatnya tujuh dan dibaca berulang-ulang dalam sembahyang.

Surat ini mengandung beberapa unsur pokok yang mencerminkan seluruh isi Al Quran, yaitu :

1. Keimanan:
Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa terdapat dalam ayat 2, dimana dinyatakan dengan tegas bahwa segala puji dan ucapan syukur atas suatu nikmat itu bagi Allah, karena Allah adalah Pencipta dan sumber segala nikmat yang terdapat dalam alam ini. Diantara nikmat itu ialah : nikmat menciptakan, nikmat mendidik dan menumbuhkan, sebab kata Rab dalam kalimat Rabbul-'aalamiin tidak hanya berarti Tuhan atau Penguasa, tetapi juga mengandung arti tarbiyah yaitu mendidik dan menumbuhkan. Hal ini menunjukkan bahwa segala nikmat yang dilihat oleh seseorang dalam dirinya sendiri dan dalam segala alam ini bersumber dari Allah, karena Tuhan-lah Yang Maha Berkuasa di alam ini. Pendidikan, penjagaan dan Penumbuahn oleh Allah di alam ini haruslah diperhatikan dan dipikirkan oleh manusia sedalam-dalamnya, sehingga menjadi sumber pelbagai macam ilmu pengetahuan yang dapat menambah keyakinan manusia kepada keagungan dan kemuliaan Allah, serta berguna bagi masyarakat. Oleh karena keimanan (ketauhidan) itu merupakan masalah yang pokok, maka didalam surat Al Faatihah tidak cukup dinyatakan dengan isyarat saja, tetapi ditegaskan dan dilengkapi oleh ayat 5, yaitu : Iyyaaka na'budu wa iyyaka nasta'iin (hanya Engkau-lah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkau-lah kami mohon pertolongan). Janji memberi pahala terhadap perbuatan yang baik dan ancaman terhadap perbuatan yang buruk.

Yang dimaksud dengan Yang Menguasai Hari Pembalasan ialah pada hari itu Allah-lah yang berkuasa, segala sesuatu tunduk kepada kebesaran-Nya sambil mengharap nikmat dan takut kepada siksaan-Nya. Hal ini mengandung arti janji untuk memberi pahala terhadap perbuatan yang baik dan ancaman terhadap perbuatan yang buruk. Ibadat yang terdapat pada ayat 5 semata-mata ditujukan kepada Allah, selanjutnya lihat no. [6].

2. Hukum-hukum:
Jalan kebahagiaan dan bagaimana seharusnya menempuh jalan itu untuk memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat. Maksud "Hidayah" disini ialah hidayah yang menjadi sebab dapatnya keselamatan, kebahagiaan dunia dan akhirat, baik yang mengenai kepercayaan maupun akhlak, hukum-hukum dan pelajaran.

3. Kisah-kisah:
Kisah para Nabi dan kisah orang-orang dahulu yang menentang Allah. Sebahagian besar dari ayat-ayat Al Quran memuat kisah-kisah para Nabi dan kisah orang-orang dahulu yang menentang. Yang dimaksud dengan orang yang diberi nikmat dalam ayat ini, ialah para Nabi, para shiddieqiin (orang-orang yang sungguh-sungguh beriman), syuhadaa' (orang-orang yang mati syahid), shaalihiin (orang-orang yang saleh). Orang-orang yang dimurkai dan orang-orang yang sesat, ialah golongan yang menyimpang dari ajaran Islam.

Perincian dari yang telah disebutkan diatas terdapat dalam ayat-ayat Al Quran pada surat-surat yang lain.