Thursday, May 31, 2012

ISTRI ISTRI NABI


Banyak keterangan yg pernah kita dengar mengenai istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ini. Ada yg mengatakan sembilan ada yg mengatakan sebelas dan ada juga yg mengatakan dua belas. Semua keterangan tersebut biarlah berlalu seperti itu yg penting masing-masing ada mustanad . Dalam kitab Siyar A’laam an-Nubalaa’ yg ditulis oleh al-Dzahabi menyebutkan keterangan yg berbeda-beda. Berikut ini kami kutipkan keterangan mengenai istri-istri Nabi saw sebagaimana yg tertulis dalam buku tersebut. Al-Zuhri berkata “Nabi saw menikahi dua belas wanita Arab yg muhshonah . Sementara itu Qatadah meriwayatkan bahwa Nabi saw menikahi lima belas wanita. Enam wanita dari suku Quraish satu wanita dari sekutu-sekutu Quraish tujuh wanita dari Arab dan yg satunya lagi dari Bani Israil. Di pihak lain Abu Ubaid meriwayatkan bahwa Nabi saw menikahi delapan belas wanita tujuh dari Quraish satu dari sekutu-sekutu Quraish sembilan dari Arab dan satu dari Bani Israil.Mereka itu adl Khadijah Saudah Aisyah Ummu Salamah Hafshah Zainab binti Jahs Juwairiyah Ummu Habibah Shafiyyah Maimunah Fathimah binti Syuraih Zainab binti Khuzaimah Hindun binti Yazid Asma’ binti an-Nu’man Qutailah saudara perempuan al-Asy’ats dan Sana’ binti Asma’ as-Sulamiyyah. Al-Aliyah adl salah seorang istri Nabi saw dari Bani Bakar bin Kilab seperti yg dituturkan al-Zuhri. Menurut Abu Muawiyah dari Jamil bin Zaid -orang yg lemah- dari Zaid bin Ka’b bin ‘Ujrah dari bapaknya berkata “Rasulullah saw mempersunting al-Aliyah dari Bani Ghifaar. Tatkala menyetubuhi Nabi saw melihat bercak putih-putih yg terdapat pada bagian badan sekitar pinggul lalu Nabi berkata ‘Kenakanlah pakaianmu dan susullah keluargamu .”Asma’ menurut ibnu Ishaq namanya adl Asma’ binti Ka’b al-Jauniyyah. Khadijah binti Khuwailid Beliau adl sayyidah wanita sedunia pada zamannya. Putri dari Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushai bin Kilab al-Qurasyiah al-Asadiyah. Dijuluki at-Thahirah bersih atau suci. Terlahir 15 tahun sebelum tahun fiil . Beliau tumbuh dalam lingkungan keluarga yg mulia dan pada gilirannya beliau menjadi seorang wanita yg cerdas dan agung. Beliau dikenal sebagai seorang yg teguh dan cerdik dan memiliki perangai yg luhur. Karena itulah banyak laki-laki dari kaumnya menaruh simpati kepadanya. Pada mulanya beliau dinikahi oleh Abu Halah bin Zurarah at-Tamimi yg membuahkan dua anak yg bernama Halah dan Hindun. Tatkala Abu Halah wafat beliau dinikahi oleh Atiq bin ‘A’id bin Abdullah al-Mahzumi hingga beberapa waktu lamanya namun akhirnya mereka cerai. Setelah itu banyak pemuka-pemuka Quraisy yg menginginkan beliau. Akan tetapi beliau prioritaskan perhatiannya utk mendidik putra-putrinya disamping sibuk mengurusi perniagaan yg memang beliau juga menjadi seorang wanita yg kaya raya. Suatu ketika beliau mencari orang yg dapat menjual barang dagangannya maka tatkala beliau mendengar tentang Muhammad sebelum bi’tsah yg memiliki sifat jujur amanah dan berakhlak mulia beliau meminta kepada Muhammad utk menjualkan dagangannya bersama seorang pembantunya yg bernama Maisaroh. Beliau memberikan barang dagangan kepada Muhammad melebihi dari apa yg dibawa oleh selainnya. Muhammad pun menyetujuinya dan berangkatlah beliau bersama Maisaroh dan Allah menjadikan perdagangan tersebut menghasilkan laba yg banyak. Khadijah merasa gembira dgn keuntungan tersebut. Akan tetapi ketakjubannya terhahap kepribadian Muhammad lbh besar dari semua itu. Maka mulailah muncul perasaan-perasaan aneh yg berbaur di benaknya yg belum pernah beliau rasakan sebelumnya. Pemuda ini tidak sebagaimana lelaki yg lain dan perasaan-perasaan yg lain. Akan tetapi dia merasa pesimis mungkinkah pemuda tersebut mau menikahinya mengingat umurnya sudah mencapai 40 tahun? Apa kata orang nanti krn ia telah menutup pintu bagi para pemuka Quraish yg melamarnya? Di saat dia bingung dan gelisah krn problem yg menggelayuti pikirannya tiba-tiba muncullah seorang temannya yg bernama Nafisah binti Munabbih selanjutnya dia ikut duduk dan berdialog hingga dgn kecerdikannya Nafisah mampu menyibak rahasia yg disembunyikan oleh Khadijah tentang problem yg dihadapi dalam kehidupannya. Nafisah membesarkan hati Khadijah dan menenangkan perasaannya dgn mengatakan bahwa Khadijah adl seorang wanita yg memiliki martabat keturunan orang yg terhormat memiliki harta lagi berparas cantik. Hal itu terbukti dgn banyaknya para pemuka Quraisy yg melamarnya. Selanjutnya tatkala Nafisah keluar dari rumah Khadijah dia langsung menemui Muhammad hingga terjadi dialog yg menunjukkan akan kelihaian dan kecerdikan dia.Nafisah “Apakah yg menghalangimu utk menikah wahai Muhammad?”Muhammad “Aku tidak memiliki apa-apa utk menikah.”Nafisah “Jika aku pilihkan untukmu seorang wanita yg kaya cantik dan berkecukupan apakah kamu mau menerimanya?”Muhammad “Siapa dia?”Nafisah “Dia adl Khadijah binti Khuwailid.”Muhammad “Jika dia setuju maka aku pun setuju.” Nafisah pergi menemui Khadijah utk menyampaikan kabar gembira tersebut sedangkan Muhammad memberitahukan kepada paman-pamannya tentang keinginannya utk menikahi Khadijah. Kemudian pergilah Abu Thalib Hamzah dan yg lain menemui paman Khadijah yg bernama Amru bin Asad utk melamar Khadijah bagi keponakannya dan selanjutnya menyerahkan mahar sebagai tanda sahnya akad nikah tersebut. Maka jadilah Sayyidah Quraisy sebagai istri Muhammad dan jadilah dirinya sebagai contoh yg paling utama dan paling baik dalam hal mencintai suami dan mengutamakan kepentingan suami daripada kepentingannya sendiri. Manakala Muhammad mengharapkan Zaid bin Haritsah maka dihadiahkanlah oleh Khadijah kepada Muhammad. Demikian pula tatkala Muhammad ingin mengambil salah seorang dari putra pamannya Abu Thalib maka Khadijah menyediakan suatu ruangan bagi Ali bin Abu Thalib agar dia dapat mencontoh akhlak suaminya Muhammad saw. Dari pernikahan ini Allah memberikan karunia kepada keduanya putra-putri yg bernama al-Qasim Abdullah Zainab Ruqayyah Ummu Kultsum dan Fatimah. Berkat pernikahan ini pula Khadijah merupakan orang yg pertama kali masuk Islam dan beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Selanjutnya Khadijah terus memback up perjuangan suaminya. Dari sinilah Zaid bin Haritsah dan keempat putrinya masuk Islam. Seiring dgn perjuangan ini kaum muslimin terus ditimpa ujian dan musibah yg sangat berat akan tetapi Khadijah tetap berdiri kokoh bak sebuah gunung yg tegar dan kuat. Ujian demi ujian secara beruntun diberikan Allah SWT. Kedua putranya yg masih kanak-kanak yaitu Abdullah dan al-Qasim dipanggil Allah utk selama-lamanya namun demikian Khadijah tetap bersabar. Beliau juga melihat dgn mata kepala sendiri bagaimana syahidah pertama dalam Islam yg bernama Sumayyah tatkala menghadapi sakaratul maut krn siksaan para taghut hingga jiwanya menghadap Sang Pencipta penuh kemuliaan. Beliau harus juga berpisah dgn putri dan buah hatinya yg bernama Ruqayyah istri dari Utsman bin Affan krn putrinya hijrah ke negeri Habasyah utk menyelamatkan agamanya dari gangguan orang-orang musyrik. Beliau saksikan dari waktu ke waktu yg penuh dgn kejadian besar dan permusuhan akan tetapi tidak ada istilah putus asa bagi seorang mujahidah. Tatkala orang-orang Quraisy mengumumkan pemboikotannya terhadap orang-orang Islam utk menekan dalam bidang politik ekonomi dan kemasyarakatan dan pemboikotan tersebut mereka tulis dalam sebuah naskah dan mereka tempelkan pada dinding Ka’bah Khadijah tidak ragu utk bergabung dalam barisan orang-orang Islam bersama dgn kaumnya Abu Thalib dan beliau tinggalkan kampung halaman tercinta utk menempa kesabaran selama tiga tahun bersama Rasulullah dan orang-orang yg menyertai beliau menghadapi beratnya pemboikotan yg penuh dgn kesusahan dan menghadapi kesewenang-wenangan para penyembah berhala. Beliau curahkan segala kemampuannya utk menghadapi ujian itu di saat umur 65 tahun. Selang enam bulan setelah berakhirnya pemboikotan itu wafatlah Abu Tholib kemudian menyusullah beliau yakni tiga tahun sebelum hijrah. Dengan perjuangannya yg begitu besar pantaslah beliau berhak mendapat salam dari Rabb-Nya dan mendapat kabar gembira dgn rumah di sorga yg terbuat dari emas tidak ada kesusahan di dalamnya dan tidak ada pula keributan di dalamnya. Karena itu pula Rasulullah saw bersabda “Sebaik-baik wanita sorga adl Maryam binti Imron dan sebaik-baik wanita sorga adl Khadijah binti Khuwailid.” Ya Allah ridhailah Khadijah binti Khuwailid as-Sayyidah at-Thahiroh. Seorang istri yg setia dan tulus mukminah mujahidah di jalan diennya dgn seluruh apa yg dimilikinya dari perbendaharaan dunia. Semoga Allah memberikan balasan yg paling baik krn jasa-jasanya terhadap Islam dan kaum muslimin. Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia


baca istri  istri nabi

No comments:

Post a Comment