Saturday, February 24, 2018

PENDAKWA

https://hsssnwwwayyya58.blogspot.co.id/2017/12/fathul-qorib-mujib.html 



“فصل” 
وإذا كان مع المدعي بينة سمعها الحاكم وحكم له بها وإن لم تكن له بينة فالقول قول المدعي عليه بيمينه فإن نكل عن اليمين ردت على المدعي فيحلف ويستحق وإذا تداعيا شيئا في يد أحدهما فالقول قول صاحب اليد بيمينه وإن كان في أيديهما تحالفا وجعل بينهما ومن حلف على فعل نفسه حلف على البت والقطع ومن حلف على فعل غيره فإن كان إثباتا حلف على البت والقطع وإن كان نفيا حلف على نفى العلم.

Fasal
Bila yang mendakwa ada penjelasan hendaklah didengarkan oleh hakim dan hokum tetap milik hakim terhadap penjelasan. Bila yang mendkwa tidak ada penjelasan maka ucapan yang dibenarkan adalah ucapan terdakwa dengan sumpahnya. Maka bila ia menolak maka sumpah dikembalikan ke pendakwa maka bila pendakwa bersumpah dan meliki hak. Bila ada dua orang yang mengaku terhadap sesuatu yang ada di salah satu orang maka ucapan yang dibenarkan adalah oerang yang sedang memegang sesuatu tersebut dengan sumpahnya. Dan ketika benda tersebut di kedua belah pihak maka keduanya disumpah dan benda tersebut dibagi kepanya mereka berdua. Barang siapa bersumpah terhadap dirinya sendiri maka dia sumpah terhadap sesuatu yang putus. Barang siap yang bersumpah terhadap pekerjaan orang lain maka bila pekerjaan itu ditetapkan maka dia bersumpah yang putus, dan bila sesuatu itu bersifat naïf maka dia bersumpah terhadap nafinya pengetahuan.

SYARAT SAH SAKSI

https://hsssnwwwayyya58.blogspot.co.id/2017/12/fathul-qorib-mujib.html 



“فصل”
 ولا تقبل الشهادة إلا ممن اجتمعت فيه خمس خصال: الإسلام والبلوغ والعقل والحرية والعدالة وللعدالة خمس شرائط أن يكون مجتنبا للكبائر غير مصر على القليل من الصغائر سليم السريرة مأمون الغضب محافظا على مروءة مثله

Fasal
Tidak sah memberikan kesaksian kecuali berkumpul padanya lima hal: 
1. Islam 
2. Baligh 
3. Berkal 
4. Merdeka 
5. Adil 
Dan bagi orang yang adil itu memiliki lima sarat: 
1. Menjahui dossa besar 
2. Tidak menetpi sedikit dosa kecil 
3. Selamat akidahnya 
4. Dipercaya marahnya 
5. Menjaga martabatnya.

SAKSI
1.      Pengertian Saksi
           Saksi atau al-shahadah yaitu orang yang mengetahui atau melihat. Yaiutu orang yang dimintakan hadir dalam suatu persidangan untuk memberikan keterangan yang membenarkan atau menguatkan bahwa peristiwa itu terjadi.
2.      Syarat-syarat Saksi Yang Adil
Adil adalah syarat mutlak bagi seorang saksi. Allah SWT berfirman :
وَاَشْهِدُوْاذَوَى عَدْلٍ مِنْكُمْ وَاَقِيْمُ ااشَّهَادَةَلِلَّهِ
Artinya: “ dan persaksikanlah dua orang saksi yang adil diantara kamu.”
(QS. Al-Thalaq [65]:2)
Orang adil tersebut hendaknya mempunyai syarat-syarat sebagai berikut:
a.       Muslim
Orang bukan Muslim tidak diterima kesaksiannya untuk orang Islam. Tetapi, Imam Abu Hanifah membolehkan orang kafir menjadi saksi bagi orang Islam.

b.      Merdeka
Hamba sahaya tidak diterima menjadi saksi. Karena saksi itu diserahi kekuasaan, sedangkan hamba sahaya tidak dapat diserahi kekuasaan.
c.       Dapat berbicara
d.      Bukan musuh terdakwa
e.       Dhabit
Dalam arti kuat hafalan dari apa yang dilihat maupun didengar, serta dapat memelihara yang dilihat atau didengarnya itu.
f.       Bukan orang fasik, penghianat/pezina.
3.      Kesaksian Tetangga dan Orang Buta
           Kesaksian seorang tetangga diperbolehkan dan dianggap sah selama memenuhi syarat-syarat seorang saksi. Yang tidak boleh adalah suami memberikan saksi atas istri atau sebaliknya, anak atas orang tuadan sebaliknya serta pembantu atas tuannya.
           Demikian halnya orang buta, menurut Imam Mailik dan Imam Ahmad boleh menjadi saksi asal dia dapat mendengar suara. Jadi kesimpulannya, selama masih ada saksi yang lain (yang tidak buta), sebaiknya saksi orang buta tidak diajukan dulu, kecuali kalau memang keadaan sangat membutuhkan kesaksiannya.
4.      Sanksi Terhadap Saksi Palsu
           Saksi palsu itu dianggap sebagai dosa besar, karena dampak negatifnya yang sangat luas. Dapat merugikan pihak-pihak tertentu, yang salah bisa bebas dari hukuman dan yang benar bisa dihukum, akan tersebar fitnah di masyarakat dan lain-lain. Sehingga persaksian palsu ini dosanya disamakan dengan dosa syirik dan durhaka pada orang tua.