Saturday, February 24, 2018

TEMPAT MENYEMBELIH

https://hsssnwwwayyya58.blogspot.co.id/2017/12/fathul-qorib-mujib.html 




KITAB BURUAN DAN SEMBELIHAN 

وما قدر على ذكاته فذكاته في حلقه ولبته وما لم يقدر على ذكاته فذكاته عقره حيث قدر عليه
Hewan yang mampu disembelih maka tempat sembelihannya adalah leher, dan bila tidak mampu menyembelih dileher maka tempat sembelihannya adalah leher dengan cara semampunya 

Nahr [arab: نحر], menyembelih hewan dengan melukai bagian tempat kalung (pangkal leher). Ini adalah cara menyembelih hewan unta. 

Allah berfirman, 

وَالْبُدْنَ جَعَلْنَاهَا لَكُم مِّن شَعَائِرِ الله لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ فَاذْكُرُوا اسْمَ الله عَلَيْهَا صَوَافَّ فَإِذَا وَجَبَتْ جُنُوبُهَا فَكُلُوا

Telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu bagian dari syiar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah… (QS. Al Haj: 36) 

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma menjelaskan ayat di atas, (Untanya) berdiri dengan tiga kaki, sedangkan satu kaki kiri depan diikat. (Tafsir Ibn Katsir untuk ayat ini) 

Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhuma, beliau mengatakan, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat menyembelih unta dengan posisi kaki kiri depan diikat dan berdiri dengan tiga kaki sisanya. (HR. Abu daud).

Dzabh [arab: ذبح], menyembelih hewan dengan melukai bagian leher paling atas (ujung leher). Ini cara menyembelih umumnya binatang, seperti kambing, ayam, dst. 

Pada bagian ini kita akan membahas tata cara Dzabh, karena Dzabh inilah menyembelih yang dipraktikkan di tempat kita -bukan nahr-.

SEMBELIHAN

https://hsssnwwwayyya58.blogspot.co.id/2017/12/fathul-qorib-mujib.html 


وكمال الذكاة أربعة أشياء قطع الحلقوم والمريء والودجين والمجزئ منها شيئان قطع الحلقوم والمريء ويجوز الاصطياد بكل جارحة معلمة من السباع ومن جوارح الطير وشرائط تعليمها أربعة أن تكون إذا أرسلت استرسلت وإذا زجرت انزجرت وإذا قتلت صيدا لم تأكل منه شيئا وأن يتكرر ذلك منها فإن عدمت أحد الشرائط لم يحل ما أخذته إلا أن يدرك حيا فيذكى وتجوز الذكاة بكل ما يجرح إلا بالسن والظفر وتحل ذكاة كل مسلم وكتابي ولا تحل ذبيحة مجوسي ولا وثني وذكاة الجنين بذكاة أمه إلا أن يوجد حيا فيذكى وما قطع من حي فهو ميت إلا الشعور المنتفع بها في المفارش والملابس

Dan sembelihan yang sempurna ada empat hal memotong tenggorokan, kerongkongan, kedua urat leher dan cukup dua. Memotong aliran udara dan aliran darah. Diperbolehkan berburu dengan semua hewan yang bisa melukai dari binatang buas yang terdidik. Dan dari burung yang terdidik. Sarat terdidiknya hewan ada empat:

1. Ketiaka disuruh maka dia pergi
2. Ketika dilarang dia berhenti
3. Ketika dia berburu dia tidak memakannya sedikitpun
4. Hal ini terulang ulang

Ketika salah satu sarat empat tersebut tidak ada maka hewan tangkapannya tidak hlal kecuali buruan tersebut ditemuinya dalam keadaan hidup dan disembelihnya.
Diperbolehkan menyembelih dengan sesuatu yang bias melukai kecuali gigi, tulang. Dan halal sembelihannya muslim dan juga halal sembelihannya kitabi.dan tidak halal sembelihannya majusi dan penyembah berhala. Dan cara menyebelih janin yang ada di kandungan adalah dengan menyebelih induknya kecuali bila didapatinya masih hidup maka harus disembelih. Anggota yang terpotong dari hewan yang masih hidup adalah seperti bangkai kecuali rambut yang bias dimanfaatkan untul tikar dan pakian.


Menambah (sembelihan) potongan, memecahkan leher atau memecahkan pungguhnya,memotong anggota tubuh , menggerak gerakkannya dan memindahkan ketempat lain,itu hukumnya makruh, dan dagingnya tetap halal, dengan syarat jika pada sembelihan pertama syarat dan rukunnya menyembelih sudah terpenuhi semua.
Ta’bir kitab majmu’.

المسألة السادسة ) قال أصحابنا – رحمهم الله – 
: إذا قطع الحلقوم أو المريء والودجين استحب أن يقتصر على ذلك ويكره أن يبين رأسه في الحال ، وأن يزيد في القطع وأن يكسر عنقها وأن يكسر الفقار ، وأن يقطع عضوا منها وأن يحركها ، وأن ينقلها إلى مكان آخر ، وكل ذلك مكروه بل يتركه كله حتى تفارقها الروح وتبرد . ويستحب أن لا يمسكها بعد الذبح مانعا لها من الاضطراب 
، وقد ذكر المصنف أدلة هذه الأمور والله أعلم .

Akan tetapi jika pada sembelihan pertama belum sempurna seperti kerongkongan hewan tersebut belum putus sempurna, maka ketika hendak menyembelih ulang, disyaratkan adanya hayat mustaqirroh.
Tanda-tanda adanya Hayat mustaqirroh adalah: Bergerak keras ketika disembelih atau muncratnya darah saat disembelih.

ﻭﻣﻦ ﺍﻟﻌﻼﻣﺎﺕ ﺍﻟﺪﺍﻟﺔ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺤﻴﺎﺓ ﺍﻟﻤﺴﺘﻘﺮﺓ ﺍﻟﺤﺮﻛﺔ ﺍﻟﺸﺪﻳﺪﺓ ﻭﺍﻧﻔﺠﺎﺭ ﺍﻟﺪﻡ ﻭﺗﺪﻓﻘﻪ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﺬﺑﺢ ﺍﻟﻤﺠﺰﻱ ﻭﺻﺤﺢ ﺃﻧﻪ ﺗﻜﻔﻲ ﺍﻟﺤﺮﻛﺔ ﺍﻟﺸﺪﻳﺪﺓ ﻭﺣﺪﻫﺎ.
والحياة المستقرة هي ان تكون الروح في الجسد ومعها ابصار ونطق وحركة اختيارية
وعلامة الحياة المستقرة احد امرين: اما تفجر الدم ، او الحركة العنيفة بعده ، ولا يشترطان معا علي الصحيح
.

ta’bir hasyiyah Bajuri 1/372

قوله يكون قطع ما ذكر
أي من الحلقوم والمريء
قوله دفعة واحدة لا دفعتين أي إذا لم توجد الحياة المستقرة عند الدفعة الثانية
أما إذا وجدت الحياة المستقرة عند الدفعة الثانية فيحل المذبوح حينئذ
ومثل الدفعة الثانية غيرها


Boleh dan halal dimakan dagingnya selagi jarak sembelihan pertama dan kedua tidak lama, bila keduanya berjarak maka disyaratkan adanya keberadaan hayat mustaqirrah pada hewan yang ia sembelih..


ويشترط في قطع ذلك ان يكون دفعة واحدة فلو قطع باكثر كما لو رفع السكين فاعادها فورا او القاها لكللها واخذ غيرها او سقطت منه فاخذها او قلبها وقطع ما بقي وكان فورا حل ولا يشترط وجود الحياة المستقرة في دفعة الفعل الثاني الا ان طال الفصل بين الفعلين فلا بد من وجود الحياة المستقرة اول الفعل الثاني

Dan disyaratkan dalam pemotongan tersebut dengan sekali potongan maka bila dipotong dengan lebih banyak seperti bila ia mengangkat pisau kemudian ia kembalikan secepatnya atau ia letakkan pisau tersebut karena tumpul dan ia ambil pisau lainnya atau pisaunya terjatuh kemudian segera ia ambil atau ia ganti dan ia memotong bagian yang tersisa dan yang demikian itu dilakukan secepatnya maka halal daging hewan sembelihannya.


Dan tidak disyaratkan adanya keberadaan hayat mustaqirroh dalam ulangan pemotongan yang kedua kecuali bila jarak antara dua pemotongan tersebut lama maka disyaratkan adanya keberadaan hayat mustaqirroh saat memulai pemotongan yang kedua.
Tanwiir al-Quluub Hal. 237
(Fiz)